Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemimpin Tertinggi Iran: AS, Tunggu Pembalasan Kami

"Mereka membunuh tamu Anda di rumah Anda dan secara terbuka mengakui kejahatan tersebut," kata Khamenei kpada Khadimi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemimpin Tertinggi Iran: AS, Tunggu Pembalasan Kami
NDTV
Ayatollah Ali Khamenei 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Kematian Komandan Pasukan Elit Quds, Qasem Soleimani masih membekas di hati warga Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun memperingatkan Amerika Serikat bahwa akan ada serangan balasan dari Iran.

Baca: PM Irak Mustafa Al-Kadhimi Tiba di Iran Seusai Tunda Kunjungan ke Riyadh

Ancaman itu diucapkan Khamenei sebagai buntut serangan pesawat nirawak Amerika Serikat yang telah membuat kematian Komandan Pasukan Elit Quds Qasem Soleimani.

Khamenei bertemu dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi di Teheran pada Selasa (21/7/2020).

Dilansir dari RT, Selasa, itu merupakan perjalanan pertama Khadimi ke luar negeri sejak menjabat pada Mei.

Selama pembicaraan, Khamenei menekankan bahwa kehadiran Amerika Serikat di Irak adalah sumber kerusakan dan kehancuran yang sedang berlangsung.

Dia mengutip pembunuhan Soleimani awal tahun ini di Baghdad sebagai contohnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka membunuh tamu Anda di rumah Anda dan secara terbuka mengakui kejahatan tersebut," kata Khamenei kpada Khadimi.

Dia menambahkan Amerika Serikat dan agen-agennya selalu mencari kekosongan kekuasaan di wilayah tersebut untuk menciptakan kekacauan dan membuka jalan bagi intervensi mereka.

Pembunuhan Soleimani membuat ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran semakin meningkat.

Serangan itu juga membuat Irak marah.

Pasalnya, seorang petinggi Irak juga tewas dalam ledakan itu.

Anggota parlemen Irak memilih untuk mengusir pasukan Amerika Serikat dari negara itu.

Mereka menganggap operasi tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan mereka.

Khamenei juga menekankan perlunya memperluas hubungan Iran dan Irak di semua bidang karena adanya persamaan tujuan, agama, dan pengalaman.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas