Presiden AS Donald Trump Ratapi Popularitasnya Merosot: Tak Ada yang Menyukai Saya
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meratapi merosotnya popularitasnya pekan ini.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meratapi merosotnya popularitasnya pekan ini.
Trump disebut tengah mengasihi diri sendiri dan bertanya-tanya bagaimana semuanya tak berjalan dengan baik.
“Tak ada yang menyukai saya,” kata Trump, dikutip Tribunnews dari CNN.
Lebih lanjut, CNN melaporkan, Trump merasa bingung bagaimana ahli kesehatan pemerintahaannya dapat menerima pujian tak seperti dirinya.
Baca: Presiden Trump Segera Tandatangani Larangan TikTok di Amerika
Baca: Donald Trump Usulkan Pemilu AS Ditunda tapi Ditolak Partai Republik
Di sisi lain, Trump justru dituduh mengabaikan dan menyangkal krisis kesehatan masyarakat yang berkecamuk di AS.
“Itu hanya karena kepribadian saya,” kata Trump.
‘Itu saja,” tambahnya.
Penilaian blak-blakan Trump mengenai popularitasnya tampaknya telah bermanifestasi dalam serangkaian cara lain.
Baca: Para Seleb TikTok Menangis, Ucap Selamat Tinggal karena Aplikasi Itu Akan Diblokir Donald Trump
Untuk itu, berikat ini beberapa fakta mengenai hal tersebut yang Tribunnews rangkum dari berbagai sumber:
- Sekutu Trump dari Partia Repbulik menolak dengan tegas sarannya untuk menunda pemungutan suara pada November 2020.
Beberapa orang justru menertawakan saran tersebut.
Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell dan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy menolak gagasan itu.
Mengutip BBC, Trump disebut tidak memiliki wewenang untuk menunda pemilihan, karena penundaan harus disetujui oleh Kongres, Jumat (31/7/2020).
Baca: Donald Trump Sebut Akan Blokir TikTok, Netizen di Twitter Bereaksi dengan Meme
Sebelumnya, presiden menyarankan pemungutan suara melalui pos dapat menjadi celah terjadinya penipuan dan hasil yang tidak akurat.
Dia meminta penundaan dilakukan sampai orang bisa "memilih dengan benar, aman, dan selamat".