Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden AS Donald Trump Ratapi Popularitasnya Merosot: Tak Ada yang Menyukai Saya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meratapi merosotnya popularitasnya pekan ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Presiden AS Donald Trump Ratapi Popularitasnya Merosot: Tak Ada yang Menyukai Saya
JIM WATSON / AFP
Presiden AS Donald Trump duduk dengan tangan bersilang saat diskusi meja bundar tentang Pembukaan Kembali Sekolah-Sekolah Amerika yang Aman selama pandemi, di Ruang Timur Gedung Putih pada 7 Juli 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meratapi merosotnya popularitasnya pekan ini.

Trump disebut tengah mengasihi diri sendiri dan bertanya-tanya bagaimana semuanya tak berjalan dengan baik.

“Tak ada yang menyukai saya,” kata Trump, dikutip Tribunnews dari CNN.

Lebih lanjut, CNN melaporkan, Trump merasa bingung bagaimana ahli kesehatan pemerintahaannya dapat menerima pujian tak seperti dirinya.

Baca: Presiden Trump Segera Tandatangani Larangan TikTok di Amerika

Baca: Donald Trump Usulkan Pemilu AS Ditunda tapi Ditolak Partai Republik

Di sisi lain, Trump justru dituduh mengabaikan dan menyangkal krisis kesehatan masyarakat yang berkecamuk di AS.

“Itu hanya karena kepribadian saya,” kata Trump.

‘Itu saja,” tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Penilaian blak-blakan Trump mengenai popularitasnya tampaknya telah bermanifestasi dalam serangkaian cara lain.

Baca: Para Seleb TikTok Menangis, Ucap Selamat Tinggal karena Aplikasi Itu Akan Diblokir Donald Trump

Untuk itu, berikat ini beberapa fakta mengenai hal tersebut yang Tribunnews rangkum dari berbagai sumber:

- Sekutu Trump dari Partia Repbulik menolak dengan tegas sarannya untuk menunda pemungutan suara pada November 2020.

Beberapa orang justru menertawakan saran tersebut.

Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell dan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy menolak gagasan itu.

Mengutip BBC, Trump disebut tidak memiliki wewenang untuk menunda pemilihan, karena penundaan harus disetujui oleh Kongres, Jumat (31/7/2020).

Baca: Donald Trump Sebut Akan Blokir TikTok, Netizen di Twitter Bereaksi dengan Meme

Sebelumnya, presiden menyarankan pemungutan suara melalui pos dapat menjadi celah terjadinya penipuan dan hasil yang tidak akurat.

Dia meminta penundaan dilakukan sampai orang bisa "memilih dengan benar, aman, dan selamat".

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas