Diambang Perang, Kendaraan Militer China Mulai Dekati Taiwan
Taiwan mengirim 200 personel korps marinir ke pos militer terluar mereka di Kepulauan Pratas yang dikontrol oleh Taiwan.
Editor:
Hasanudin Aco
Sementara itu AS juga menekankan kepada Taiwan harus "berhati-hati" dalam mengelola hubungan dengan China dan mencegah Taiwan mengirimkan militer ke wilayah pesisir.
"AS dulu mengutuk Taiwan jika kami menempatkan militer di Pratas dan Taiping," kata Wang Ting-yu, seorang legislator Taiwan dari Partai Progresif Demokratik, Selasa, kepada South Chia Morning Post.
"Tapi kali ini tidak ada keberatan atas penempatan marinir kami di sana karena mereka semua ingin menahan ekspansi militer China di wilayah tersebut," sambung Wang.
Hubungan AS dengan China menjadi semakin tegang karena Presiden AS Donald Trump menyalahkan China atas wabah Covid-19.
Pejabat China dilaporkan kesal atas rencana Menteri Kesehatan AS Alex Azar untuk mengunjungi Taiwan "dalam beberapa hari mendatang."
Azar akan mengunjungi Taiwan untuk memeriksa bagaimana negara itu menangani wabah virus corona.
"Taiwan telah menjadi model dalam hal transparansi, kerja sama, dan kolaborasi di komunitas internasional. Dan tanggapan mereka terhadap Covid-19 sangat luar biasa," kata Azar dalam sebuah wawancara di Fox News Rabu (5/8/2020).
AS juga meningkatkan pengawasannya di Laut Cina Selatan. Selain itu, AS juga sedang memantau pergerakan pesawat pengebom dan kapal selam China.
"Ada kemungkinan besar bahwa AS akan semakin meningkatkan konfliknya dengan China sebelum piplres AS," kata Profesor Li Haidong dari Institut Hubungan Internasional Beijing kepada News.Com.Au.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Peluncur Roket China Bisa Menghancurkan Seluruh Pangkalan Militer Taiwan"