Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bertemu CureVac, Uni Eropa Bahas Pembelian 225 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Uni Eropa sekarang akan mulai pembicaraan tentang kontrak dengan CureVac untuk mengamankan pasokan vaksin ke 27 negara anggota Uni Eropa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bertemu CureVac, Uni Eropa Bahas Pembelian 225 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Pixabay
ILUSTRASI 

AS telah membuat tuduhan sejak Mei lalu, peretas China sedang berusaha untuk mencuri data obat dan vaksin tanpa memberikan bukti substansial.

Hasil uji klinis tahap satu dan dua dari vaksin ini terungkap pada 20 Juli, menunjukkan tingkat keamanan yang baik dan tinggi respon imun.

Sebelumnya, CanSino Biologics, pengembang vaksin asal China melakukan pembicaraan dengan Rusia, Brasil, Chili dan Arab Saudi untuk meluncurkan uji coba tahap III vaksin eksperimental Covid-19.

Demikian disampaikan salah seorang pendiri CanSino Biologics pada Sabtu (12/7/2020) waktu setempat.

Keberhasilan China dalam menanggulangi infeksi Covid-19 telah menyulitkan pihaknya untuk melakukan percobaan vaksin berskala besar.

Sejauh ini hanya beberapa negara telah sepakat untuk bekerja sama.

"Kami menghubungi Rusia, Brazil, Chili dan Arab Saudi (untuk uji klinis tahap III), dan itu masih dalam diskusi," Qiu Dongxu, Direktur Eksekutif dan pendiri CanSino, dalam konferensi pers pengembangan obat anti-virus di Suzhou, di Timur China.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mengatakan uji klinis fase III kemungkinan akan segera dimulai
dan perusahaan berencana untuk merekrut 40.000 sukarelawan.

Kandidat vaksin Covid-19 buatan mereka, Ad5-nCov, menjadi yang pertama di China melakukan tahap pengujian kepada manusia pada bulan Maret lalu.

Namun kini menjadi tertinggal dari vaksin-vaksin lainnya dalam hal kemajuan percobaan.

Dua vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) sudah disetujui untuk uji klinis tahap III.

Qiu mengatakan uji kliniz tahap II yang melibatkan 508 orang telah membuahkan hasil "jauh lebih baik" dari tahap I terkait keselamatan dan kemampuan untuk memicu respon imun.

Namun sayang dia tidak mengungkapkan bukti tertentu.

Dia mengatakan pabrik baru dibagun di China akan memungkinkan untuk menghasilkan 100-200 juta dosis vaksin virus corona per tahun pada awal 2021.

Militer China, yang unit penelitiannya ikut mengembangkan kandidat vaksin, menyetujui penggunaan di kalangan militernya bulan lalu.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas