Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saking Lamanya Tak Sekolah, Kelas-Kelas di Kenya Dimanfaatkan Sebagai Kandang Ayam

Keputusan Kenya menutup sekolah hingga Januari tahun depan karena Covid-19 membuat para sekolah swasta nyaris gulung tikar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in Saking Lamanya Tak Sekolah, Kelas-Kelas di Kenya Dimanfaatkan Sebagai Kandang Ayam
BBC News
Sekolah swasta di Kenya banting setir menjadi tempat peternakan ayam karena pandemi Covid-19. 

Namun, biaya yang didapat tidak bisa menutup operasional dasar para guru.

Sekitar 95 persen dari 300.000 lebih staf sekolah swasta mengalami pemberhentian kerja atau cuti tanpa dibayar.

Selain itu, 133 sekolah terpaksa ditutup secara permanen.

Inisiatif serupa dilakukan sekolah swasta Roka Preparatory yang mengubah tempat belajar mengajar menjadi sebuah peternakan.

"Tidak pernah seburuk ini," kata James Kung'u, pendiri sekolah ini.

Tampak  sayuran tumbuh di lokasi yang tadinya taman bermain.

10 Juta Anak Mungkin Tidak Kembali ke Sekolah

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut laporan BBC pada 13 Juli 2020, sebuah laporan mengungkapkan bahwa hampir 10 juta anak di seluruh dunia mungkin tidak akan sekolah lagi karena pandemi. 

Organisasi amal Save The Children menemukan bahwa ada 1,6 milyar anak di dunia yang tidak bersekolah karena lockdown.

Para ahli mengatakan pemotongan dana untuk pendidikan dan peningkatan tingkat kemiskinan yang disebabkan oleh pandemi, berpotensi mengakhiri sekolah bagi jutaan anak.

Anak-anak yang akhirnya tidak pernah kembali ke kelas mungkin harus bekerja untuk membantu menafkahi keluarga mereka.

Baca: Kemendikbud Ungkap Ada Pemda di Zona Merah Bersikeras Buka Sekolah

Baca: Di Sekolah Partai, Bambang Pacul Minta Cakada Sentuh Rakyat dan Pertajam Tagline

Anak perempuan lebih mungkin terdampak daripada anak laki-laki dengan adanya paksaan menikah, menurut laporan itu.

Sebelum pandemi, sekitar 258 juta anak dan remaja di seluruh dunia tidak bersekolah.

Dampak virus Corona membuat jumlah itu meningkat dan 12 negara berisiko ekstrim siswa putus sekolah termasuk Nigeria, Pakistan, Afghanistan dan Yaman.

"Sekitar 10 juta anak mungkin tidak akan pernah kembali ke sekolah."

"Ini adalah keadaan darurat pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pemerintah harus segera berinvestasi dalam pembelajaran," kata Kevin Watkins, CEO Save the Children UK.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas