Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Meluas, Trump Kerahkan 1.000 Tentara Atasi Rusuh AS

Jaksa Josh Kaul mengatakan berdasarkan penyelidikan yang kini masih berlangsung, tiada polisi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Meluas, Trump Kerahkan 1.000 Tentara Atasi Rusuh AS
Instagram/Shaun King
Seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake, ditembak oleh polisi sebanyak 7 kali dan mengakibatkan demo besar-besaran di Wisconsin, Amerika Serikat. 

Ditambahkan identitas para korban masih dicari kepastiannya, namun tidak diberikan rincian lebih lanjut. Sejauh ini penyelidikan tengah dilangsungkan.

Baca: Mirip Kasus George Floyd, Polisi AS Tembak Punggung Jacob Blake 7 Kali, Demo Besar Kembali Pecah

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria bersenapan dikejar oleh kerumunan massa sebelum dia terjatuh ke jalan. Pria itu kemudian terlihat melepaskan tembakan beberapa kali ke arah massa.

Simpan pisau

Tunangan Blake, Laquisha Booker, mengatakan anak-anak korban berteriak saat ayah mereka ditembak.

Saat itu mereka berada dalam mobil.

Blake mengatakan kepada penyelidik dia menyimpan sebilah pisau. Kaul mengonfirmasi, para polisi menemukan sebilah pisau di lantai mobil pada sisi sopir mobil Blake. Mereka tidak menemukan senjata lain di kendaraan itu.

Catatan pengadilan menunjukkan ada surat perintah penangkapan terhadap Blake atas pelecehan seksual dan tuduhan pelecehan dalam rumah tangga. Ayah Blake mengatakan dia tidak percaya pada penyelidikan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Siapapun yang berkulit putih, yang melakukan penyelidikan tentang seorang pemuda kulit hitam yang ditembak tujuh kali di punggungnya, dan belum memberikan jawaban atau komentar pada saat ini, tidak dapat diterima,"katanya kepada wartawan.

Jaksa Josh Kaul menyebut gelombang aksi kekerasan di kota itu menjijikkan. Menurutnya beberapa orang yang terlibat dalam kegiatan perusakan tidak berasal dari Kota Kenosha atau dari Negara Bagian Wisconsin.

Beberapa jam setelah penembakan Jacob Blake pada hari Minggu, ratusan orang berunjuk rasa di markas polisi Kenosha.

Sejumlah kendaraan roda empat kemudian dibakar, dan kepolisian meminta agar berbagai pusat bisnis yang buka 24 jam untuk menghentikan aktivitasnya, karena banyak laporan adanya perampokan bersenjata dan bunyi tembakan.

Pada Senin (24/8), Gubernur Evers menelepon pasukan Garda Nasional untuk membantu polisi setempat dan memberlakukan jam malam di Kenosha.

Aparat polisi, yang didukung pasukan Garda Nasional, menggunakan gas air mata, peluru karet dan bom asap.

Sejumlah demonstran terlihat menyerang mobil-mobil dan bangunan dengan pemukul bisbol. Pada Selasa, ratusan orang pengunjuk rasa melakukan demonstrasi di berbagai sudut kota.

Sekelompok kecil massa melemparkan kembang api dan botol air ke arah polisi, yang membalas dengan memuntahkan peluru karet dan gas air mata. Dalam sebuah pesan yang diunggah di Twitter, polisi mendesak agar warga di Kenosha untuk menjauhi jalanan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas