Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Upacara Rikko no Rei Jepang Pangeran Akishinomiya Dilakukan 8 November

Pada upacara tersebut pangeran Akishinomiya akan dinobatkan menjadi Crown Prince (putera mahkota), pengganti Kaisar pertama apabila Kaisar Jepang

Upacara Rikko no Rei Jepang Pangeran Akishinomiya Dilakukan 8 November
Richard Susilo
Pangeran Akishinomiya yang akan dinobatkan menjadi Crown Prince 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Upacara penobatan (Rikko no Rei) pangeran Akishinomiya, adik kandung Kaisar Jepang Naruhito yang rencana diadakan April 2020 diundur dan hari ini (8/10/2020) diputuskan diselenggarakan 8 November 2020.

"Upacara penobatan sudah diputuskan tadi dalam rapat tim panitia penobatan, akan diselenggarakan 8 November 2020 dengan berbagai pembatasan dan sesuai protokol kesehatan yang ada," papar sumber Tribunnews.com Kamis ini (8/10/2020).

Pada upacara tersebut pangeran Akishinomiya akan dinobatkan menjadi Crown Prince (putera mahkota), pengganti Kaisar pertama apabila Kaisar Jepang meninggal dunia.

Di sisi lain, sebagai upaya penanggulangan virus corona baru, kami akan mempersempit jumlah undangan ke "Upacara Deklarasi Ritsukotsugu" dari awal 350 menjadi sekitar 50, dan membatalkan "Upacara Pesta Miyanaka" yang merupakan pesta.

Perdana Menteri Yoshihide Suga yang hadir dalam rapat panitia seremoni mengatakan, “Kami sangat teliti tentang langkah-langkah penanggulangan virus corona baru sehingga Rikko no Rei, yang menandai berakhirnya rangkaian upacara pergantian tahta, akan terselenggara dengan lancar atas restu rakyat. Saya ingin sepenuhnya menyiapkan dengan baik sambil memperhatikan sikon yang ada."

Yasuhiko Nishimura, Sekretaris Badan Rumah Tangga Kekaisaran, mengatakan pada konferensi pers reguler Kamis ini (8/10/2020) mengungkapkan, “Infeksi virus korona baru belum teratasi, namun di sisi lain, sudah sekitar satu setengah tahun sejak pemerintahan Yang Mulia Kaisar, dan setahun telah berlalu sejak upacara keagamaan dilangsungkan kini kita putuskan akhirnya,"

Selain itu para pimpinan panitia juga mengingatkan perlu memperhatikan epidemi influenza pula yang mungkin terjadi.

"Berdasarkan itu, menurut saya keputusan untuk melakukan musim gugur ini sesuai untuk Badan Rumah Tangga Kekaisaran. Saya ingin mengambil semua tindakan yang mungkin terhadap penyakit menular."

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas