Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Malaysia Berlakukan Lockdown Lagi di Wilayah Ini hingga 27 Oktober 2020

Malaysia mengumumkan penerapan kembali MCO atau lockdown wilayah di beberapa daerah karena penyebaran gelombang ketika Covid-19.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Malaysia Berlakukan Lockdown Lagi di Wilayah Ini hingga 27 Oktober 2020
Tangkap Layar Radio Televisyen Malaysia
Menteri Senior (Keamanan) Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob 

Mengapa Malaysia kembali ke MCO bersyarat?

Sederhananya, Malaysia sekarang berada dalam keadaan yang jauh lebih buruk daripada saat gelombang kedua Covid-19 yang dipicu pertemuan keagamaan pada Maret 2020.

Gelombang ketika ini tercatat pada September 2020 ketika para migran ilegal menyebarkan virus di Penjara Tawau kemudian melarikan diri ke masyarakat.

Penyebaran virus corona di Malaysia dipercepat manakala Sabah menggelar pemilihan pada 26 September 2020.

Untuk tingkat keparahan, puncak gelombang kedua mencapai 277 kasua baru, sebagian besar terdiri dari orang asing yang ditahan di rutan.

Sementara, pada gelombang ketig aini, jumlah kasus tertinggi tercatat pada 6 Oktober 2020 dengan 691 kasus baru.

Sebagian besar yang terinfeksi Covid-19 merupakan warga Malaysia dan menular ke masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

Setiap hari, kasus infeksi mendekati rekor tertinggi.

Lebih lanjut, kebijakan memberlakukan lockdown wilayah ini ditolak pemerintahan Selangor.

Baca juga: Malaysia Perpanjang MCO Hingga 9 Juni, 72.966 WNI Telah Pulang Ke Tanah Air

Baca juga: Malaysia Rugi Rp 223 Triliun akibat Berlakukan MCO Selama Wabah Covid-19

Bisakah warga Malaysia meninggalkan rumah?

Dua orang dari setiap rumah tangga diperbolehkan melakukan perjalanan.

Perlu dicatat, mereka diizinkan untuk melakukan perjalanan bisnis, keadaan darurat dan hal-hal penting saja, seperti membeli kebutuhan bahan makan.

Seberapa jauh warga Malaysia diizinkan bepergian?

Perjalanan lintas negara bagian atau distrik tidak diperbolehkan.

Polisi akan menyiapkan penghalang jalan untuk mengontrol pergerakan.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas