POPULER INTERNASIONAL: Modus Baru Kasus Pencurian di Jepang | Tokoh Dunia yang Belum Ucapi Joe Biden
Simak berita populer internasional selama 24 jam terakhir, dari modus baru kasus pencurian di Jepang hingga tokoh dunia yang belum mengucapi Joe Biden
Penulis:
Citra Agusta Putri Anastasia
Editor:
Daryono
Untuk membayar utang tersebut, atas ide temannya, Akira menyediakan diri untuk dipukuli oleh siapa saja dengan membayar 1.000 yen per menit atau sekitar Rp 133.000,00.
Pekerjaan serabutan Hareruya secara singkat membuatnya menjadi seperti objek wisata di Tokyo.
Jika malam tiba, di depan lapangan Koma Kabukicho Shinjuku sekitar 10 tahun lalu dibuka Nagurareya.
Acara seperti pertandingan tinju biasa, tetapi orang bisa memukuli lawannya dengan bebas.
Baca juga: (VIDEO) Mengerikan, Satu Pukulan Petinju Ini Bikin Lawannya Langsung Semaput
3. Tanggapan Wartawan Senior AS pada Kemenangan Joe Biden
Wartawan senior Amerika Serikat (AS) Max Keizer melihat analisis Société Générale terkait dampak pelonggaran kuantitatif pada pasar saham dan obligasi.
Ia pun menilai jika kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden terpilih sebagai Presiden AS, krisis keuangan global yang terjadi pada 2008 lalu bisa saja terulang kembali.
"Jika Joe Biden menjadi presiden, kita akan melihat terulangnya tahun 2008," kata Max.
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (10/11/2020), menurut Max, saat Barack Obama menjabat, ia tidak tahu apa-apa tentang Wall Street karena latar belakang hukum konstitusionalnya.
"Ia (Obama) dengan baik hati melemparkan kunci Wall Street ke Larry Summers dan semua orang lainnya dan kemudian mereka menciptakan krisis keuangan global," tegas Max.
Baca juga: Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Restoran di China Ini Makin Hoki Setelah Momen 9 Tahun Lalu
4. Armenia dan Azerbaijan Akhiri Perang
Armenia, Azerbaijan dan Rusia dikabarkan menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang yang berlangsung enam minggu di Nagarno-Karabakh, Selasa (10/11/2020).
Secara terpisah, unggahan media sosial Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menggambarkan kesepakatan ini "menyakitkan'.
Baca tanpa iklan