Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Uji Vaksin Covid-19: Relawan Vaksin Pfizer Alami Pusing dan Nyeri, Ada yang Merasa Mabuk

Relawan vaksin ekperimental dari Pfizer mengalami efek samping berupa pusing, demam, nyeri otot dan bahkan merasa seperti mabuk berat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Uji Vaksin Covid-19: Relawan Vaksin Pfizer Alami Pusing dan Nyeri, Ada yang Merasa Mabuk
Freepik/Daily Mail
Uji Vaksin Covid-19: Relawan Vaksin Pfizer Alami Pusing dan Nyeri, Ada yang Merasa Mabuk 

TRIBUNNEWS.COM - Relawan vaksin ekperimental dari Pfizer mengalami efek samping berupa pusing, demam, nyeri otot dan bahkan merasa seperti mabuk berat.

Seperti yang dilansir Daily Mail, salah seorang relawan, wanita berusia 45 tahun, dosis pertama suntukan vaksin Pfizer membuatnya mengalami efek samping seperti suntikan flu, tapi gejalanya lebih parah lagi pada dosis kedua.

Relawan lain, pria 44 tahun bernama Glenn Deshields mengatakan vaksin Pfizer membuatnya seperti mabuk berat, tapi gejala itu hilang dengan cepat.

Lebih dari 43.500 orang di enam negara telah mengambil bagian dalam uji coba fase tiga vaksin dari Pfizer itu.

Baca juga: FAKTA Vaksin Covid-19 Pfizer, Ini Daftar Negara yang Antre Membeli

Baca juga: DOW Ditutup Naik 830 Poin karena Berita Vaksin Covid-19 Pfizer Janjikan Hasil Positif

Orang-orang berjalan di dekat markas besar Pfizer di New York pada 9 November 2020.
Orang-orang berjalan di dekat markas besar Pfizer di New York pada 9 November 2020. (Kena Betancur / AFP)

Hasil terbaru menunjukkan, vaksin Pfizer 90 persen efektif meningkatkan harapan bahwa kehidupan dapat segera kembali normal.

Inggris ditetapkan menerima 10 juta dosis jika vaksin tersebut mendapat persetujuan.

Angkatan Darat Inggris dan NHS dalam keadaan siaga untuk mulai mengeluarkannya kepada mereka yang paling membutuhkan pada bulan Desember.

Rekomendasi Untuk Anda

Testimoni relawan vaksin Pfizer

Carrie, seorang humas dari Missouri yang meminta nama belakangnya tidak disebutkan, mengatakan dia menerima dosis vaksin pertamanya pada bulan September.

Ia lalu mendapatkan suntukan kedua pada bulan Oktober.

Pada suntikan vaksin pertama, Carrie menyebut ia mengalami sakit kepala, demam dan nyeri di sekujur tubuhnya, seperti suntikan vaksin flu.

Kondisinya menjadi lebih parah setelah menerima suntikan kedua.

Carrie mengatakan dia mendaftar sebagai relawan karena dia merasa itu adalah tugasnya sebagai warga negara.

"Ada begitu banyak orang yang menderita," katanya.

"Kita dapat melakukan sesuatu untuk menghentikan penderitaan ini, mengehentikan orang-orang kehilangan anggotanya."

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas