Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

S&P 500, DOW Ditutup pada Level Tertinggi Sepanjang Masa karena Berita Vaksin Moderna

Indeks S&P 500 dan Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi pada Senin (16/11/2020) karena berita tentang vaksin dari Moderna.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in S&P 500, DOW Ditutup pada Level Tertinggi Sepanjang Masa karena Berita Vaksin Moderna
ISTIMEWA
ILUSTRASI - Indeks S&P 500 dan Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi pada Senin (16/11/2020) karena berita tentang vaksin virus corona eksperimental dari Moderna. 

Lalu, S&P 500 naik 41,76 poin, atau 1,16 persen, pada 3.626,91.

Sedangkan Komposit Nasdaq menambahkan 94,84 poin, atau 0,8 persen, pada 11.924,13.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semua kecuali perawatan kesehatan mengakhiri sesi secara tidak jelas, dengan saham energi menikmati persentase keuntungan terbesar.

Penghasilan dari pengecer terkenal diharapkan minggu ini, dengan Walmart Inc dan Home Depot Inc diperkirakan akan melaporkan pada hari Selasa dan Lowe's Companies Inc dan Target Corp pada hari Rabu.

Baca juga: Perusahaan Milik Hary Tanoe Siap Buyback Saham

Baca juga: Didorong Pilpres AS, IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham dari Analis

ILUSTRASI - Indeks S&P 500 dan Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi pada Senin (16/11/2020) karena berita tentang vaksin virus corona eksperimental dari Moderna.
ILUSTRASI - Indeks S&P 500 dan Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi pada Senin (16/11/2020) karena berita tentang vaksin virus corona eksperimental dari Moderna. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Saham Industri Transportasi

Saham terkait transportasi, yang terjun bebas karena dampak pembatasan sosial dilaporkan cukup diminati.

Saham United Airlines Holdings Inc, American Airlines Group Inc, Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line Holdings Ltd melonjak antara 4,5 persen dan 9,7 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi Covid-19 terus mengamuk di Amerika Serikat.

Hari ini, AS melaporkan lebi hdari 11,3 juta kasus infeksi virus corona, dan mendorong pembatasan jarak sosial di berbagai wilayah.

"Wall Street menunggu enam hingga 12 bulan ke depan," tambah Pavlik.

“Ada pertanyaan tentang ... kerusakan seperti apa yang akan ditimbulkan pada perekonomian antara sekarang dan nanti," ungkapnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas