Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Covid-19 di India Semakin Naik Melewati 9 Juta

Rumah sakit di ibukota New Delhi pun kini tengah berada di bawah tekanan yang meningkat dan kuburan mulai penuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kasus Covid-19 di India Semakin Naik Melewati 9 Juta
Sky News
Berikut cerita pilu petugas medis di India saat melacak pasien Covid-19, sampai dipukul dan digigit keluarga pasien. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM,  NEW DELHI—Angka kasus konfirmasi virus corona (Covid-19) di India melewati 9 juta per Jumat (20/11/2020).

Rumah sakit di ibukota New Delhi pun kini tengah berada di bawah tekanan yang meningkat dan kuburan mulai penuh.

Negara kedua yang terkena dampak terburuk Covid-19 di dunia itu sekarang juga telah mencatat lebih dari 132.000 kasus kematian akibat penyakit ini, menurut angka resmi terbaru seperti dilansir AFP, Jumat (20/11/2020).

India sempat menunjukkan penurunan kasus harian selama sebulan terakhir, meskipun masih mendaftarkan sekitar 45.000 kasus baru rata-rata setiap hari.

New Delhi, menghadapi momok ganda yakni musim dingin dan virus corona. Apalagi kasus infeksi melonjak setengah juta dengan rekor kenaikan kasus harian.

Pada Kamis kemarin, pemerintah megacity menerapkan aturan denda empat kali lipat  bagi mereka yang tidak mengenakan masker--dalam upaya untuk menendaikan pandemi.

Rekomendasi Untuk Anda

“Di salah satu pemakaman terbesar di Delhi, ruang pemakaman pun cepat habis,” kata penggali kubur Mohammed Shamim kepada AFP.

Baca juga: Sudah Ada Kluster Petamburan, Doni Minta Kluster Kerumunan Secara Sukarela Melakukan Tes Covid

"Awalnya ketika virus itu merebak, saya pikir saya akan mengubur 100 hingga 200 orang dan itu akan dilakukan. Tapi situasi saat ini di luar pikiran terliar saya," kata Shamim.

"Saya hanya memiliki tempat pemakaman tersisa untuk sekitar 50 hingga 60 liang kuburan saja. Lalu bagaimana? Saya tidak tahu."

India memberlakukan penguncian ketat pada  Maret lalu, tetapi pembatasan telah mereda secara bertahap ketika pemerintah berupaya memperbaiki ekonomi setelah hilangnya jutaan lapangan pekerjaan.

Baca juga: Per 20 November: Pasien Sembuh Covid-19 3.940 , Total 410.552 Orang

Para ahli mengatakan ini telah membantu penyebaran virus, seperti halnya keengganan banyak warga untuk memakai masker dan menjaga jarak fisik.

Tapi pembatasan itu sekarang akan diberlakukan kembali.

Pihak berwenang di kota barat Ahmedabad telah memberlakukan jam malam selama akhir pekan.

"Selama periode ini, hanya toko-toko yang menjual susu dan obat-obatan yang diizinkan untuk tetap buka," kata pejabat setempat Rajiv Kumar Gupta.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas