Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

WHO Sarankan Penggunaan Remdesivir sebagai Pengobatan Covid-19

World Health Organization (WHO) menyarankan remdesivir dipakai untuk obat antivirus pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

WHO Sarankan Penggunaan Remdesivir sebagai Pengobatan Covid-19
TrialSite News
Ilustrasi remdesivir - World Health Organization (WHO) menyarankan remdesivir dipakai untuk obat antivirus pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. 

TRIBUNNEWS.COM –  World Health Organization (WHO) menyarankan remdesivir dipakai untuk obat antivirus pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

WHO menyampaikan imbauan tersebut terlepas dari seberapa parah pasien Covid-19 merasakan sakit.

Saat ini tidak ada bukti remdesivir meningkatkan kelangsungan hidup pasien atau perlu diberi ventilasi.

Grup Pengembangan Panduan WHO (GDG) mendasarkan rekomendasinya pada tinjauan bukti baru dan membandingkan efek beberapa perawatan obat pada lebih dari 7.000 pasien.

Baca juga: Favipiravir dan Remdesivir hingga Jamu Dapat Izin Darurat untuk Diberikan Pada Pasien Covid 19

Baca juga: FDA AS Keluarkan Persetujuan untuk Remdesivir sebagai Pengobatan Covid-19

Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. World Health Organization (WHO) menyarankan remdesivir dipakai untuk obat antivirus pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. World Health Organization (WHO) menyarankan remdesivir dipakai untuk obat antivirus pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. (TrialSite News)

Mengutip Al Jazeera, panel ahli yang mencakup empat pasien yang pernah menderita Covid-19 pun memberikan kesimpulan.

"Remdesivir tidak memiliki efek yang berarti pada kematian atau hasil penting lainnya bagi pasien, seperti kebutuhan ventilasi mekanis atau waktu untuk perbaikan klinis,” kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Pada Oktober, WHO mengatakan uji coba Solidaritas global yang menggunakan remdesivir dalam perawatan rumah sakit, menemukan remdesivir tidak banyak berpengaruh pada lamanya waktu pasien dirawat di rumah sakit atau kelangsungan hidup mereka.

Baca juga: Penjelasan Ahli dan BPOM RI Tentang Perkembangan Uji Klinik Fase III Vaksin Covid-19 di Bandung

Perhatian Dunia pada Remdesivir

Untuk dicatat, remdesivir yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS Gilead Sciences dikenal sebagai pengobatan Ebola.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas