Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warung Cepat Saji di Era Romawi Ditemukan, Ada Jejak Daging Babi dan Siput hingga Termos Anggur

Baru-baru ini peneliti di Pompeii, Italia menemukan warung makanan cepat saji di era Romawi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in Warung Cepat Saji di Era Romawi Ditemukan, Ada Jejak Daging Babi dan Siput hingga Termos Anggur
The Guardian (Tangkap Layar)
Baru-baru ini peneliti di Pompeii, Italia menemukan warung makanan cepat saji di era Romawi. 

TRIBUNNEWS.COM - Baru-baru ini peneliti di Pompeii, Italia, menemukan warung makanan cepat saji di era Romawi.

Dilansir CNN, Pompeii merupakan kota yang terkubur pasca letusan gunung berapi pada tahun 79 M.

Di sana, peneliti menemukan warung makanan dan minuman panas yang menyajikan kuliner jalanan kuno untuk orang-orang Romawi yang lewat.

Warung itu dikenal dengan nama "termopolium", bahasa Latin untuk konter minuman panas.

Toko itu ditemukan di situs taman arkeologi Regio V yang belum dibuka untuk umum.

Di dalamnya, terdapat jejak makanan hingga perabotan yang digunakan untuk menyajikan kuliner.

Baca juga: Turis Ini Kembalikan Pecahan Marmer Romawi Kuno dan Beri Pesan Menyentuh

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah 4 September: Romulus Augustus Turun Tahta, Kekaisaran Romawi Barat Berakhir

peninggalan Romawi
Warung di Zaman Romawi Ditemukan, Ada Jenis Daging Kesukaan hingga Termos untuk Anggur (The Guardian (Tangkap Layar))

Ada sejumlah toples terra cotta berisi makanan panas yang diletakkan penjaga toko ke dalam meja dengan lubang yang besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Diperkirakan, situs warung itu berusia hampir 2.000 tahun.

Bagian depan konter makanan itu dihiasi lukisan berwarna cerah.

Beberapa menggambarkan hewan yang dijual sebagai salah satu menunya, seperti ayam dan dua ekor bebek yang digantung terbalik.

"Ini penemuan yang luar biasa."

"Ini pertama kalinya kami menggali seluruh termopolium," kata Massimo Ossana, direktur taman arkeologi Pompeii.

Arkeolog juga menemukan mangkuk minum dari perunggu berhias yang disebut patera, toples keramik untuk memasak semur dan sup, termos anggur, hingga amphora.

Kota Pompeii, yang terletak sekitar 23 km dari Napoli adalah rumah bagi sekitar 13.000 orang.

Pompeii terkubur dalam abu dan batu apung ketika Gunung Vesuvius di dekatnya meletus pada 79 Masehi, menewaskan antara 2.000 dan 15.000 orang.

Reruntuhan kota Pompeii di Italia
Reruntuhan kota Pompeii di Italia. (Gambar oleh falco dari Pixabay)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas