Tribun

Gara-gara Seekor Angsa, 20 Keberangkatan Kereta di Jerman Dibatalkan

Di Jerman, baru-baru ini terjadi insiden unik yang melibatkan seekor angsa hingga pembatalan puluhan jadwal kereta api.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Gara-gara Seekor Angsa, 20 Keberangkatan Kereta di Jerman Dibatalkan
Federal Police Kassel (Via The Guardian)
Seekor Angsa Batalkan 20 Kereta di Jerman, Pemadam Kebakaran Sampai Turun Tangan 

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Di Jerman, baru-baru ini terjadi insiden unik yang melibatkan seekor angsa hingga pembatalan puluhan jadwal kereta api.

Polisi dan pemadam kebakaran Jerman bahkan ikut turun tangan mengevakuasi angsa tersebut.

Kejadian ini bermula saat seekor angsa duduk diam di tengah rel kereta api jalur dekat Fuldatal.

Dilansir The Guardian, angsa tersebut menyebabkan setidaknya 20 kereta batal beroperasi hari itu. 

Menurut pernyataan tim gabungan polisi dan pemadam kebakaran pada Senin lalu, mereka terpaksa turun tangan untuk memindahkan angsa itu.

Pernyataan mengatakan, angsa itu tampak sedang 'berkabung'.

Dia duduk di sana dalam waktu yang lama dan memblokir jalur kereta api berkecepatan tinggi.

Baca juga: Menristek Perkenalkan Dua Alat Deteksi Covid-19 Buatan Anak Bangsa, GeNose dan CePAD

Baca juga: Sering Mangsa Ayam Warga, Ular Piton Sepanjang 3 Meter Ditangkap di Kandang Ayam

seekor angsa di Jerman
Seekor Angsa Batalkan 20 Kereta di Jerman, Pemadam Kebakaran Sampai Turun Tangan (Federal Police Kassel (Via The Guardian))

Sebelumnya, ada seekor angsa yang terbunuh ketika terbang di saluran udara di atas rel.

Setelah kecelakaan itu, angsa ini menetap di rel kereta api hingga rute dari Kassel ke Göttingen batal jalan.

Menurut laporan di media lokal, petugas pemadam kebakaran membawa peralatan khusus untuk mengeluarkan angsa mati dari saluran udara.

Sementara itu angsa kedua yang duduk di rel juga ikut dievakuasi.

Angsa yang masih hidup itu dibawa ke Sungai Fulda dan dibebaskan.

Menurut polisi, 23 kereta ditunda sekitar 50 menit dalam insiden yang terjadi pada 23 Desember itu.

Kejadian ini baru terungkap setelah lima hari berlalu.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas