Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Twitter Kunci Akun Kedubes AS di China Karena Membela Kebijakan China Terhadap Muslim Uighur

Tweet tersebut dihapus oleh Twitter dan diganti dengan label yang menyatakan bahwa itu tidak lagi tersedia.

Twitter Kunci Akun Kedubes AS di China Karena Membela Kebijakan China Terhadap Muslim Uighur
Freepik
Ilustrasi Twitter 

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Twitter telah mengunci akun twitter Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di China karena tweet yang membela kebijakan China terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, yang menurut platform media sosial AS melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Dikutip dari Reuters, Kamis (20/1/2021), Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa mereka bingung dengan langkah tersebut dan bahwa itu adalah tanggung jawab kedutaan untuk mengklarifikasi fakta.

Akun Kedutaan Besar China @ChineseEmbinUS, memposting tweet bulan ini yang mengatakan bahwa wanita Uighur telah dibebaskan dan tidak lagi menjadi "mesin pembuat bayi".

Demikian kabar yang mengutip sebuah penelitian yang dilaporkan oleh surat kabar pendukung pemerintah, China Daily.

Baca juga: AS Tuduh China Melakukan Genosida Terhadap Muslim Uighur dan Etnis Minoritas Lainnya

Tweet tersebut dihapus oleh Twitter dan diganti dengan label yang menyatakan bahwa itu tidak lagi tersedia.

Meskipun Twitter menyembunyikan tweet yang melanggar kebijakannya, pemilik akun harus menghapus postingan tersebut secara manual.

Akun kedutaan China belum memposting tweet baru sejak 9 Januari usai polemik tersebut

Penangguhan akun kedutaan Twitter dilakukan sehari setelah administrasi Trump, pada jam-jam terakhirnya, menuduh China melakukan genosida di Xinjiang.

Pemerintahan Biden tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tindakan Twitter tersebut.

“Kami telah mengambil tindakan pada Tweet yang Anda rujuk karena melanggar kebijakan kami terhadap dehumanisasi, yang menyatakan: Kami melarang dehumanisasi sekelompok orang berdasarkan agama, kasta, usia, disabilitas, penyakit serius, asal negara, ras, atau etnis,” kata juru bicara Twitter pada hari Kamis seperti dilansir Reuters.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas