Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Korea Utara Dilaporkan Mengembangkan Vaksin Menggunakan Data yang Diretas dari Ilmuwan Luar Negeri

Korea Utara dikabarkan sedang mengembangkan vaksin Covid-19 dengan menggunakan data yang mereka retas dari ilmuwan luar negeri.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Korea Utara Dilaporkan Mengembangkan Vaksin Menggunakan Data yang Diretas dari Ilmuwan Luar Negeri
via Mirror
Korea Utara Dilaporkan Mengembangkan Vaksin Menggunakan Data yang Diretas dari Ilmuwan Luar Negeri 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara dikabarkan sedang mengembangkan vaksin Covid-19 dengan menggunakan data yang mereka retas dari ilmuwan luar negeri.

Negara itu dikatakan telah membentuk "organisasi peretas" untuk mendapatkan informasi kunci mengenai pandemi dari negara lain, klaim Daily NK.

Sebuah sumber mengatakan kepada Daily NK, penelitian yang dilakukan oleh unit teknologi dapat digunakan untuk membuat vaksin bagi warga Korea Utara, meskipun ada klaim bahwa tidak ada satu pun kasus Covid-19 di sana.

Partai yang berkuasa telah membentuk tim spesialis bernama Bureau 325 yang ditujukan untuk meretas data virus tersebut.

Sumber itu juga mengatakan bahwa uji coba vaksin Tahap I dan Tahap II telah selesai.

Sementara uji coba Tahap III skala besar sekarang sedang berlangsung.

Tes sedang dilakukan pada para pasien di Korea Utara yang menunjukkan gejala serupa dengan orang yang menderita virus corona.

Baca juga: Korea Utara Gelar Parade Rudal Balistik Baru, Tandai Berakhirnya Kongres Partai Buruh

Baca juga: Tanya Jawab seputar Vaksin Covid-19 dengan Analis: dari Keamanan hingga Mitos

Gambar tak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 29 Agustus 2020 ini menunjukkan seorang pegawai stasiun memeriksa suhu tubuh penumpang sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 di Pyongyang.
Gambar tak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 29 Agustus 2020 ini menunjukkan seorang pegawai stasiun memeriksa suhu tubuh penumpang sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 di Pyongyang. (KCNA VIA KNS / AFP)
Rekomendasi Untuk Anda

Klaim peretasan pertama kali muncul di Barat tahun lalu sebelum salah satu vaksin yang saat ini digunakan di Eropa dan AS disetujui, lapor MailOnline.

Kelompok peretas dilaporkan mengatur untuk mengakses laporan informasi Covid yang ditemukan kepada Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un.

Kim dan sekretaris partai Jo Yong Won juga dikatakan mengatur aktivitas grup itu sendiri.

Terlepas dari klaim negara itu, ada kemungkinan virus corona beredar di Korea Utara karena hubungannya dengan China, tempat pandemi dimulai.

Dalam foto yang diambil pada 29 Oktober 2020 ini, seorang petugas keamanan publik menggunakan bendera merah untuk menghentikan taksi untuk disinfeksi sebagai bagian dari tindakan pencegahan terhadap virus corona COVID-19, di pintu masuk ke Wonsan, Provinsi Kangwon, Korea Utara
Dalam foto yang diambil pada 29 Oktober 2020 ini, seorang petugas keamanan publik menggunakan bendera merah untuk menghentikan taksi untuk disinfeksi sebagai bagian dari tindakan pencegahan terhadap virus corona COVID-19, di pintu masuk ke Wonsan, Provinsi Kangwon, Korea Utara (KIM Won Jin / AFP)

Lockdown menyeluruh diberlakukan pada perjalanan internal dan eksternal awal bulan ini, menurut laporan, meskipun masih belum ada laporan resmi konfirmasi kasus.

Tetapi belum jelas bagaimana vaksin, jika sedang dikembangkan, akan diedarkan ke seluruh penduduk.

Baru-baru ini, Kim Jong Un selaku pemimpin tertinggi Korea Utara menggelar parade dan memamerkan rudal balistik terbarunya.

Kim Jong Un tersenyum lebar saat Korea Utara memamerkan senjata yang mereka sebut senjata terkuat di dunia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas