Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Satu Keluarga Keliling Dunia Pakai Perahu Layar Saat Pandemi Covid-19

Mereka meninggalkan pelabuhan di Kroasia pada akhir Juni 2020 dan sejak saat itu berlayar mengelilingi Italia dan Spanyol.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Cerita Satu Keluarga Keliling Dunia Pakai Perahu Layar Saat Pandemi Covid-19
Via Kompas.com
Keluarga Domonkos Bosze asal Hongaria memutuskan untuk berlayar keliling dunia di tengah pandemi virus corona.(FACEBOOK SAILING TEATIME) 

TRIBUNNEWS.COM, BUDAPEST - Saat dunia bergulat dengan pandemi, satu keluarga asal Hongaria yang beranggotakan empat orang memutuskan untuk berlayar keliling dunia.

Dilansir dari Reuters, keluarga tersebut berlayar dengan dengan perahu layar setinggi 15 meter yang diberi nama Teatime yang jika diterjemahkan menjadi waktu minum teh.

Mereka meninggalkan pelabuhan di Kroasia pada akhir Juni 2020 dan sejak saat itu berlayar mengelilingi Italia dan Spanyol.

Setelah itu, mereka bertambat beberapa waktu di Cape Verde sebelum akhirnya menyeberangi Samudra Atlantik.

Baca juga: Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Tempat Pembuangan Sampah, Awalnya Pamit Istirihat

Setelah menghabiskan Natal di Martinique, keluarga itu kini berlabuh di Marigot, sebuah lokasi di St Martin, Karibia, menunggu untuk berlayar menuju terusan Panama.

Namun, mereka tidak terburu-buru menaikkan sauh. Karena kehidupan di atas kapal, seperti kebanyakan orang yang dikarantina di rumah, telah melambat.

Sang kepala keluarga, Domonkos Bosze (48), mengaku senang memutuskan berlayar bersama keluarganya di tengah pandemi virus corona.

Rekomendasi Untuk Anda

“Bagi saya ini adalah pengalaman yang luar biasa bahwa saya dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak saya daripada pulang terlambat dari pekerjaan karena kelelahan,” kata Bosze.

Bosze sebelumnya bekerja di bisnis IT. Kini, karena dia memutuskan berlayar dengan keluarganya, dia membuat kantor pusatnya di atas kapal itu dan bekerja dari sana.

“Rute kami cukup fleksibel: pada dasarnya cuaca menentukan ke mana kami pergi, karena musim badai dan angin topan menetapkan batas untuk berlayar di setiap wilayah,” imbuh Bosze.

Pandemi Covid-19

Bosze dan istrinya Anna, sebenarnya telah merencanakan petualangan tersebut jauh sebelum pandemi Covid-19.

Ketika dunia dihantam pandemi virus corona, mereka bimbang memilih apakan akan melanjutkan rencana tersebut atau membatalkannya.

Hingga akhirnya mereka bertekad bulat merealisasikan pelayaran keliling dunia dan mengesampingkan semua kekhawatiran dan adanya risiko.

Sejauh ini, tantangan terbesar mereka adalah badai enam jam selama menyeberangi Atlantik. Namun mereka berhasil mengelolanya dengan baik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas