Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Vaksin Sputnik V Buatan Rusia: Diragukan Warganya tapi Laris Dibeli Sejumlah Negara

Rusia ternyata juga dihadapkan pada rendahnya kepercayaan publik terhadap vaksin buatan dalam negeri.

Vaksin Sputnik V Buatan Rusia: Diragukan Warganya tapi Laris Dibeli Sejumlah Negara
Hyderus.com
Pemerintah Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Corona (Covid-19). 

Pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa putrinya--yang namanya tidak disebutkan--telah menerima satu dosis vaksin di akhir tahun 2020.

Sejauh ini, putri Putin dan penerima vaksin termasuk golongan minoritas di Rusia. Tantangan logistik dan kebutuhan dosis sesuai populasi negara itu menjadi tantangan besar bagi Moksow melakukan vaksinasi massal.

Baca juga: Rusia: Separuh Dunia Bisa Dapatkan Vaksin Sputnik V Jika Sudah Diproduksi Massal

Tak hanya itu, Kremlin juga dihadapkan pada rendahnya kepercayaan publik terhadap vaksin buatan dalam negeri.

Sejak vaksin kali pertama kali diumumkan, banyak orang Rusia yang tidak yakin. Bahkan situs web RT.com (Media afiliasi Rusia) yang didukung Kremlin melaporkan kembali pada Agustus 2020 bahwa hanya 42% orang Rusia yang mau mencoba Sputnik V.

Jajak pendapat yang lebih baru oleh Levada Center (non-governmental polling and sociological research organization), diterbitkan pada Desember 2020, menunjukkan bahwa hanya 38% yang bersedia divaksinasi. Masalah kepercayaan yang nyata ini tidak terbatas pada kepercayaan pada vaksinasi.

Ketika pada Mei 2020 Financial Times dan New York Times menyatakan bahwa jumlah kasus COVID-19 Rusia mungkin jauh lebih tinggi daripada angka resmi yang diterbitkan, mereka dikritik tajam oleh Kementerian Luar Negeri di Moskow.

Itu sebelum pengakuan 29 Desember 2020 dari wakil perdana menteri, Tatiana Golikova bahwa jika jumlah kematian yang berlebihan dimasukkan dalam data kementerian kesehatan, mungkin jumlah kematian penduduk Rusia akibat COVID-19 akan mencapai 186.000 tiga kali lipat dari angka resmi.

Ketidakpastian seperti itu tentu kian menyulitkan pemerintah Rusia meyakinkan warganya yang sudah skeptis terlebih dahulu— dan mungkin juga mempersulit upaya untuk mempromosikan Sputnik V secara internasional.

Ketika Pfizer dan perusahaan farmasi Jerman BioNTech melaporkan hasil uji coba yang menunjukkan kemanjuran lebih dari 91% pada vaksin mereka, perusahaan kesehatan yang terhubung dengan pemerintah Rusia menegaskan uji coba Sputnik V menunjukkan kemanjuran 92%.

Ketika Moderna kemudian melaporkan kemanjuran 94,1%, perusahaan Rusia itu kembali mengklaim keunggulan, dengan mengatakan mencapai 95%. Sementara, pejabat penting Rusia mengakui ketika uji coba tahap akhir selesai, Sputnik V menunjukkan tingkat kemanjuran 91,4%.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas