Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

AS Tak Hukum Pangeran Saudi atas Pembunuhan Kejam Jurnalis Khashoggi, Takut Korbankan Hal Ini

Pemerintah AS memutuskan tidak secara langsung menghukum Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

AS Tak Hukum Pangeran Saudi atas Pembunuhan Kejam Jurnalis Khashoggi, Takut Korbankan Hal Ini
Mohammed al-Shaikh dan Oscar del Pozo/AFP
Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kanan, telah dikaitkan dengan pembunuhan Khashoggi 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah AS memutuskan tidak secara langsung menghukum Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), atas pembunuhan jurnalis dan kritikus Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Bahkan di tengah kritikan dan kekecewaan atas keputusan ini, Gedung Putih melontarkan pembelaan sebelum mengumumkan kebijakan baru untuk Riyadh Senin ini.

Dilansir The Guardian, juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, mendukung keputusan pemerintahan Joe Biden untuk tidak menargetkan putra mahkota, Minggu (28/2/2021). 

Keinginan pemerintah ini mendapat sorotan tajam dari beberapa politisi Demokrat dan kelompok HAM.

Mereka kecewa karena pemerintah mengizinkan perilisan laporan intelijen pada Jumat (26/2/2021), soal keterlibatan putra mahkota dalam pembunuhan Khashoggi, tapi enggan menghukumnya.

Baca juga: Putra Mahkota Saudi Disebut Aktor Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi, Parlemen AS Serukan Hukuman

Baca juga: Biden: Akan Ada Pengumuman Soal Sanksi untuk Putra Mahkota Arab Saudi

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kiri) berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kiri) berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz (IST/AFP-SPA)

"Kami percaya ada cara yang lebih efektif untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi dan juga dapat memberikan ruang untuk bekerja dengan Saudi di area di mana ada kesepakatan bersama, di mana ada kepentingan nasional untuk Amerika Serikat. Seperti itulah bentuk diplomasi," kata Psaki kepada CNN.

Joe Biden tidak menjelaskan apa yang akan diumukannya soal Riyadh pada Senin (1/3/2021) ini.

Biden hanya mengatakan pendekatan kepada Arab Saudi akan lebih signifikan dan menjelaskan soal peraturan yang berubah.

"Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas pelanggaran hak asasi manusia," kata Biden kepada Univision.

Pemerintah AS memandang Raja Salman (85) sebagai rekan Presiden Joe Biden.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas