Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Meghan Markle Dituduh Membully Staf Kerajaan hingga Buat Mereka Menangis, Juru Bicaranya Merespons

Meghan Markle dituduh mengusir dua asisten pribadi dari rumah dan merusak rasa percaya diri anggota staf lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Gigih
zoom-in Meghan Markle Dituduh Membully Staf Kerajaan hingga Buat Mereka Menangis, Juru Bicaranya Merespons
BEN STANSALL / POOL / AFP
Meghan Markle Duchess of Sussex berbicara selama pertemuan sekolah sebagai bagian dari kunjungan ke Robert Clack School di Essex, pada 6 Maret 2020, untuk mendukung Hari Perempuan Internasional. Meghan Markle dituduh mengusir dua asisten pribadi dari rumah dan merusak rasa percaya diri anggota staf lainnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Meghan Markle langsung bergerak saat tuduhan pembully-an ditujukan kepadanya.

Tuduhan pembully-an terhadap Duchess of Sussex pertama kali diterbitkan oleh The Times pada Selasa (2/3/2021).

Disebutkan bahwa Meghan menghadapi keluhan mengenai pembully-an di Istana Kensington.

Meghan Markle dituduh mengusir dua asisten pribadi dari rumah dan merusak rasa percaya diri anggota staf lainnya.

Keluhan tersebut dilaporkan dibuat pada Oktober 2018 oleh Jason Knauf, Sekretaris Komunikasi Pangeran Harry dan Meghan Markle pada saat itu.

Keluhan diajukan Knauf dalam upaya untuk membuat Istana Buckingham melindungi staf yang ia sebut berada di bawah tekanan dari "bangsawan wanita."

Baca juga: Arti Mendalam Gaun Hitam Corak Teratai yang Dikenakan Meghan pada Wawancara Ekslusif dengan Oprah

Baca juga: Kisah Lain di Balik Pengumuman Kehamilan Anak Kedua, Meghan Markle & Pangeran Harry Digosipkan Cerai

Meghan Markle Duchess of Sussex berbicara selama pertemuan sekolah sebagai bagian dari kunjungan ke Robert Clack School di Essex, pada 6 Maret 2020, untuk mendukung Hari Perempuan Internasional.
Meghan Markle Duchess of Sussex berbicara selama pertemuan sekolah sebagai bagian dari kunjungan ke Robert Clack School di Essex, pada 6 Maret 2020, untuk mendukung Hari Perempuan Internasional. (BEN STANSALL / POOL / AFP)

Pangeran Harry memohon kepada Knauf untuk tidak melanjutkannya, menurut sebuah sumber.

Rekomendasi Untuk Anda

"Orang-orang senior di rumah, Istana Buckingham dan Clarence House, tahu bahwa mereka mengalami situasi di mana anggota staf, terutama wanita muda, diintimidasi hingga sampai menangis," kata sebuah sumber.

Sementara itu, juru bicara Meghan dan Harry membantah tuduhan tersebut.

Ia menyebut tuduhan itu sebagai "kampanye kotor".

Ia juga menyatakan bahwa Meghan sedih mendapat serangan terbaru terhadapnya.

"Sebut saja ini apa adanya - kampanye kotor yang dihitung berdasarkan informasi yang menyesatkan dan berbahaya," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan kepada The Times.

"Kami kecewa melihat penggambaran yang memfitnah The Duchess of Sussex ini diberikan tempat oleh outlet media."

"Bukan kebetulan bahwa tuduhan beberapa tahun yang terdistorsi yang ditujukan untuk merusak citra Meghan diberikan tempat oleh media Inggris, tidak lama sebelum dia dan Duke dijadwalkan untuk berbicara secara terbuka dan jujur tentang pengalaman mereka beberapa tahun terakhir."

"The Duchess sedih dengan serangan terbaru terhadap karakternya, terutama sebagai seseorang yang telah menjadi sasaran bullying dirinya sendiri dan sangat berkomitmen untuk mendukung mereka yang telah mengalami rasa sakit dan trauma."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas