Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade 2021

Komite Penyelenggara Olimpiade Jepang Keluarkan Pernyataan Bersama terkait Kesetaraan Gender

Wanita menyumbang sekitar 49 persen dari atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade, menjadikannya kompetisi gender seimbang pertama dalam sejarah.

Komite Penyelenggara Olimpiade Jepang Keluarkan Pernyataan Bersama terkait Kesetaraan Gender
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Logo Olimpiade dipasang di tengah Kota Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mengeluarkan pernyataan bersama tentang promosi kesetaraan gender di Olimpiade Tokyo sehubungan dengan Hari Wanita Internasional (HWI), Senin (8/3/2021).

Pernyataan bersama itu dikeluarkan Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, pemerintah pusat Jepang, Pemerintah Metropolitan Tokyo, dan Komite Internasional untuk Olimpiade dan Paralimpiade.

"Mereka menetapkan isu-isu yang akan ditangani dalam mempromosikan kesetaraan gender, dan sejalan dengan HWI PBB kemarin bersama IOC (komite olimpiade internasional) dan bersama dengan IPC (Komite Paralimpiade Internasional). Pemerintah pusat serta Pemerintah Metropolitan Tokyo dengan beberapa poin yang menekankan wanita sebagai hal yang penting dalam olahraga dan kehidupan sehari-hari," papar sumber Tribunnews.com, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Benarkah Gaji Ketua Olimpiade Jepang Sebesar Rp 5,2 Miliar Setahun Bakal Hilang?

Baca juga: Inilah 12 Direktur Baru Wanita di Kepanitiaan Olimpiade Jepang

Berikut beberapa poin dalam pernyataan bersama tersebut:

- Wanita menyumbang sekitar 49 persen dari atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade, menjadikannya kompetisi gender seimbang pertama dalam sejarah.

- Setidaknya 40,5 persen dari semua atlet diharapkan menjadi wanita di Paralimpiade, dan ini akan menjadi hal menarik menjadikan sebagai turnamen di mana jumlah atlet wanita terbesar dalam sejarah akan berpartisipasi.

- Pada upacara pembukaan, kami mendorong setiap tim untuk memiliki satu pemain pria dan satu wanita yang mengibarkan bendera.

Presiden IOC Thomas Bach sedang mempersiapkan Olimpiade, tonggak baru dalam upaya menciptakan dunia olahraga yang setara gender.

Seorang warga Jepang membawa tongkat obor Olimpiade 2021 untuk dibawa estafet keliling Jepang.
Seorang warga Jepang membawa tongkat obor Olimpiade 2021 untuk dibawa estafet keliling Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan perempuan berpartisipasi dalam semua kompetisi di masa depan sampai kita mencapai kesetaraan gender," kata Presiden IPC Parsons.

"Saya bertekad untuk menjadikan Olimpiade Tokyo sebagai titik balik yang akan mengubah Jepang ketika saya melihat kembali nanti di masa depan," kata Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade Seiko Hashimoto.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat turnamen yang akan menumbuhkan masyarakat simbiosis. Berharap akan semakin mengakar di masyarakat dan menciptakan masa depan yang lebih baik sebagai warisan di masa depan," ujar Menteri Olimpiade dan Paralimpiade Marukawa.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas