Tribun

Penanganan Covid

India Berencana Batasi Ekspor Vaksin, Distribusi COVAX Terancam Tertunda

Setidaknya 60 hingga 70 juta dosis vaksin 'Covishield' yang diproduksi SII akan ditunda pengirimannya, setelah India memutuskan memperlambat ekspor.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
zoom-in India Berencana Batasi Ekspor Vaksin, Distribusi COVAX Terancam Tertunda
INDRANIL MUKHERJEE / AFP
Sebuah truk lemari es berisi kotak karton vaksin virus Corona Covid-19 tiba di bandara Mumbai pada 24 Februari 2021, sebagai bagian dari skema Covax, yang bertujuan untuk mendapatkan dan mendistribusikan inokulasi secara adil di antara semua negara. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Fasilitas berbagi vaksin global COVAX kemungkinan akan mengalami penundaan distribusi pasokan vaksin virus corona (Covid-19).

Setidaknya 60 hingga 70 juta dosis vaksin 'Covishield' yang diproduksi Institut Serum India (SII) akan ditunda pengirimannya, setelah India memutuskan untuk memperlambat ekspor vaksinnya.

Seperti yang disampaikan pihak yang mengetahui masalah tersebut.

Covishield merupakan merek yang diberikan untuk vaksin Oxford-AstrAZeneca yang diproduksi SII.

Menurut pernyataan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI), sejauh ini, COVAX yang diinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), GAVI dan beberapa lembaga lainnya telah menerima 28 juta dosis vaksin Covishield.

Wakil Kepala Eksekutif GAVI Anuradha Gupta mengatakan bahwa Fasilitas COVAX mengharapkan tambahan sebanyak 40 juta dosis pada Maret ini dan 50 juta dosis lainnya pada bulan April mendatang.

"Kami menyediakan 150 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk vaksin SII dalam bentuk pra-keuangan untuk meningkatkan produksi. Perjanjian kami menetapkan 50 persen produksi akan diberikan kepada COVAX," kata Gupta.

India tengah mengembangkan Covaxin, vaksin untuk virus corona.
India tengah mengembangkan Covaxin, vaksin untuk virus corona. (BBC)

Melalui SII, COVAX menyediakan vaksin Covid-19 untuk lebih dari 60 negara berpenghasilan rendah, terutama di kawasan Asia dan Afrika.

"Jika pemerintah India melarang ekspor dosis tersebut, semua negara itu akan menderita," tegas Gupta.

Dikutip dari laman The Hindustan Times, Minggu (28/3/2021), pemerintah India telah memutuskan untuk fokus pada program vaksinasi dalam negeri menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di negara itu.

Para pejabat setempat yang mengetahui masalah tersebut mengatakan pada awal pekan ini bahwa tidak akan ada perluasan ekspor vaksin.

Perlu diketahui, SII yang berbasis di Pune ini memproduksi vaksin Oxford-AstraZeneca Covid dosis ganda dengan nama merek 'Covishield'.

"GAVI menghargai hubungan jangka panjangnya dengan pemerintah India dan produsen yang telah memproduksi berbagai vaksin berkualitas tinggi untuk dunia. Mereka telah berkontribusi dalam menyelamatkan 14 juta nyawa di negara berpenghasilan rendah selama dua dekade terakhir," jelas Gupta.

Baca juga: Negara-negara Afrika Terima 26 Jutaan Dosis Vaksin COVAX

Baca juga: Sudan Selatan Terima Batch Pertama Vaksin Covid-19 Melalui Fasilitas COVAX

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas