Tribun

Virus Corona

Andalkan Pasokan COVAX, Program Vaksinasi Korsel Terancam

Perlu diketahui, Korsel pun turut terdampak penundaan pengiriman vaksin AstraZeneca yang diproduksi di India.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Andalkan Pasokan COVAX, Program Vaksinasi Korsel Terancam
INDRANIL MUKHERJEE / AFP
Sebuah kotak karton vaksin Covishield yang dikembangkan oleh Serum Institute of India (SII) yang berbasis di Pune diturunkan di bandara Mumbai pada tanggal 24 Februari 2021, sebagai bagian dari skema Covax, yang bertujuan untuk mendapatkan dan mendistribusikan inokulasi secara adil di antara semua negara. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Otoritas Korea Selatan (Korsel) menghadapi reaksi keras karena mengandalkan skema berbagi vaksin global COVAX untuk sebagian besar kuota untuk vaksinasi virus corona (Covid-19).

Perlu diketahui, Korsel pun turut terdampak penundaan pengiriman vaksin AstraZeneca yang diproduksi di India.

Ini tentunya membuat program vaksinasi negeri ginseng itu menjadi terhambat.

Baca juga: Vietnam Terima 811.200 Dosis Vaksin COVAX Pada Batch Pertama, Saat Pasokan Global Mulai Menipis

Dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (2/4/2021), setelah dipuji oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait keputusannya untuk mendapatkan vaksin melalui skema global, Korsel pun kini harus menghadapi kritik dari pejabatnya sendiri karena pemerintah berusaha keras untuk memenuhi kekurangan pasokan itu dengan mengandalkan COVAX.

Korsel, Indonesia, Filipina dan Vietnam termasuk diantara negara-negara yang terkena penundaan pengiriman vaksin yang telah dijanjikan sebelumnya, menyusul pembatasan ekspor yang dilakukan oleh produsen vaksin asal India.

Pada bulan Februari lalu, Korsel telah memangkas target vaksinasi di kuartal pertama, dari 1,3 juta orang menjadi hanya 750.000 orang.

Hal itu karena menyesuaikan dengan jadwal pasokan dari 2,6 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dari COVAX.

Hambatan pengiriman COVAX terbaru yang diumumkan pada awal pekan ini menyatakan bahwa Korsel hanya akan menerima 432.000 dosis, bukan 690.000.

Baca juga: Montenegro Terima 24.000 Dosis Vaksin AstraZeneca Lewat COVAX

Pengiriman pun akan ditunda hingga sekitar minggu ketiga April ini.

Ini merupakan kali kedua program vaksinasi negara itu terkena imbas penundaan pasokan skema COVAX.

Seorang anggota parlemen independen yang duduk di Komite Kesehatan dan Kesejahteraan Parlemen Korsel, Lee Yong-ho meminta pemerintah negara itu untuk tidak membuat masyarakat kembali khawatir.

"Pemerintah seharusnya tidak lagi menimbulkan kecemasan publik terkait vaksin. Pemerintah harus memberlakukan pembatasan ekspor pada vaksin yang diproduksi secara lokal sampai ketidakpastian pasokan ini dapat diselesaikan, atau menghasilkan strategi pengadaan vaksin khusus dan membawa jumlah yang semula telah dipesan seperti yang direncanakan sebelumnya," jelas Yong-ho.

Sementara itu, Otoritas Kesehatan Korsel mengatakan bahwa mereka tidak mempertimbangkan untuk membatasi ekspor vaksin yang diproduksi secara lokal.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas