Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Vladimir Putin Peringatkan Kekuatan Asing agar Tak Lintasi 'Garis Merah' Rusia

Presiden Vladimir Putin lewat pidato kenegaraan tahunannya menyerukan agar Moskow siap untuk menanggapi dengan keras setiap provokasi asing.

Vladimir Putin Peringatkan Kekuatan Asing agar Tak Lintasi 'Garis Merah' Rusia
Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan tentang produksi vaksin penyakit virus korona melalui tautan video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 22 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Hubungan antara Rusia dan Barat semakin melebar.

Presiden Rusia, Vladimir Putin lewat pidato kenegaraan tahunannya menyerukan agar Moskow bersiap menanggapi dengan keras setiap provokasi asing.

Putin yang berbicara kepada pejabat tinggi dan legislator dari kedua majelis parlemen Rusia, menegaskan agar pemerintahnya berusaha untuk memiliki hubungan baik dengan negara lain.

Ia pun berharap tidak ada negara asing yang akan melewati 'garis merah' Kremlin.

Baca juga: Dokter Sebut Kritikus Vladimir Putin, Alexei Navalny Bisa Meninggal di Penjara dalam Beberapa Hari

Baca juga: Vladimir Putin Tandatangani UU yang Memungkinkannya Jadi Presiden 2 Periode Lagi hingga 2036

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan tentang produksi vaksin penyakit virus korona melalui tautan video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 22 Maret 2021.
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan tentang produksi vaksin penyakit virus korona melalui tautan video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 22 Maret 2021. (Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP)

“Kami ingin hubungan baik dan benar-benar tidak ingin merusak jembatan,” kata Putin, seperti dilansir Tribunnews dari Al Jazeera.

"Tapi jika seseorang salah mengartikan niat baik kita sebagai ketidakpedulian atau kelemahan dan berniat untuk membakar bahkan meledakkan jembatan ini, mereka harus tahu bahwa tanggapan Rusia akan asimetris, cepat dan kasar."

Komentarnya muncul ketika hubungan Rusia-Barat jatuh ke posisi terendah pasca-Perang Dingin.

Ini juga terkait kritikus Alexey Navalny yang dipenjara dan kebuntuan yang berkelanjutan atas konflik yang membara di negara tetangga Ukraina.

Moskow telah mendapat kecaman keras dari kekuatan Barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa, sejak awal tahun atas penanganan kasus Navalny.

Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan memburuk karena kekhawatiran di Kyiv dan ibu kota sekutunya atas peran Moskow dalam peningkatan permusuhan di wilayah Donbas yang dilanda konflik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas