Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Indonesia di Jepang Berpuasa Lebih Lama 2 Jam per Hari Malah Tambah Menikmati

Chiko Matsuo (40), WNI di Jepang yang memiliki suami Jepang, merasakan puasa tahun ini tambah nikmat di tengah masa puasa yang lebih panjang sekitar 2

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Warga Indonesia di Jepang Berpuasa Lebih Lama 2 Jam per Hari Malah Tambah Menikmati
Foto Richard Susilo
Chiko Matsuo (40) WNI yang jadi model terkenal di Jepang saat ini 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Chiko Matsuo (40), WNI di Jepang yang memiliki suami Jepang, merasakan puasa tahun ini tambah nikmat di tengah masa puasa yang lebih panjang sekitar 2 jam dibandingkan di Indonesia.

"Kita Imsak sekitar jam 3:20 lalu buka puasa sekitar jam 18:21. Jadi kayaknya lebih panjang sekitar 2 jam dibandingkan kalau kita puasa di Indonesia," ungkap Chiko khusus kepada Tribunnews.com Kamis (22/4/2021).

Kegiatannya memang diakui jadi terbatas gara-gara pandemi corona harus merumahkan diri.

Kalau dulu sering menjadi model di berbagai acara di Jepang.

"Tapi ada hikmahnya juga sih karena kita bisa lebih mengkhusukkan diri, mendekatkan diri kepada Allah," tambahnya.

Diberikan contoh, setelah Imsak biasanya dilanjutkan dengan Tadarus online biasanya sekitar 13 orang sekitar dua setengah jam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita baca surat-surat Alquran, diskusi bersama. Biasanya sebelum Tadarus-an saya siapkan makanan buat anak ke sekolah pagi hari," ungkapnya lagi.

Anaknya lelaki 9 tahun dan wanita 15 tahun berangkat sendiri kalau sekolah.

"Aman sekali enak sekali di Jepang kita tak perlu takut, saya selalu merasa nyaman, anak pasti bisa pergi pulang dengan aman nyaman baik. Enak negeri Sakura ini."

Lalu apakah ada yang kesulitan sebagai muslimah di Jepang?

"Iya nih saya suka sulit cari makanan halal. Memang ada sih yang online, tinggal klik, tetapi saya mau lihat sendiri, periksa sendiri makanan itu apakah benar halal atau tidak, bukan soal kliknya sih," paparnya lagi.

Kegiatannya bukan hanya di pagi hari saja, di malam hari pun bahkan jam 12 tengah malam mulai ikut kegiatan kumpulan online "club house" mengenai Pengajian yang diikuti ratusan orang.

"Saya salah satu moderatornya, setiap malam kita lakukan dan diikuti mungkin sekitar 50 orang belum lagi bawahannya lagi. Nikmat sekali pengajian ini yang dilakukan online bersama-sama di club house MST (Mengaji Sebelum Tidur)," tekannya lebih lanjut.

Puasa yang sudah dijalankan sejak Chiko masih kecil masih di Indonesia, tampaknya tak ada masalah sama sekali di Jepang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas