Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bantuan Internasional Tiba di India untuk Bantu Tangani Krisis Covid-19

Bantuan internasional telah tiba di India untuk membantu perang melawan Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Bantuan Internasional Tiba di India untuk Bantu Tangani Krisis Covid-19
Twitter @MEAIndia
Bantuan peralatan medis dari Inggris untuk India. Bantuan internasional telah tiba di India untuk membantu perang melawan Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Bantuan internasional telah tiba di India untuk membantu perang melawan Covid-19.

Sistem perawatan kesehatan di India berada di ambang kehancuran akibat gelombang kedua virus corona yang mematikan, The Guardian melaporkan.

Pada Selasa (27/4/2021) pagi, penerbangan dari Inggris yang membawa persediaan medis penting termasuk ventilator mendarat di India.

Enam kontainer oksigen juga akan diterbangkan dari Dubai pada hari Selasa.

Dalam percakapan telepon antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden AS Joe Biden pada hari Senin, Biden berjanji akan memberikan dukungan kepada India dengan menyediakan pasokan terkait oksigen dan bahan baku vaksin.

Baca juga: Enam Hari Berturut-turut, India Masih Catat Lebih 300 Ribu Kasus Baru Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Meroket, Orang-orang Kaya Sewa Jet untuk Tinggalkan Negara

Amerika Serikat juga berkomitmen untuk berbagi dengan India dengan memberikan 60 juta dosis vaksin Oxford / AstraZeneca yang tidak terpakai.

Vaksin tersebut belum mendapat persetujuan dari otoritas AS.

Rekomendasi Untuk Anda

India akan memulai program vaksinnya untuk semua orang dewasa pada hari Sabtu (1/5/2021).

"Sama seperti India mengirim bantuan ke Amerika Serikat karena rumah sakit kami kacau di awal pandemi, kami bertekad untuk membantu India pada saat dibutuhkan," tulis Biden di Twitter.

India mencatat lebih dari 300.000 kasus baru pada hari Senin dan 2.771 kematian baru.

Namun, para ahli kesehatan yakin jumlah korban resmi jauh lebih tinggi.

Negara bagian padat penduduk seperti Uttar Pradesh dan Gujarat dianggap kurang menghitung jumlah kematian dan kasus positif Covid-19.

Baca juga: VIRAL Ibu di India Bawa Jenazah Anaknya dengan Becak, sempat Ditolak di 2 Rumah Sakit karena Penuh

Baca juga: Varian Corona dari India Masuk Indonesia, Pakar Ingatkan Jangan Mudik

Laboratorium pengujian Covid di kota-kota seperti Delhi kewalahan, banyak orang dengan gejala tidak dapat melakukan tes.

Tingkat positif Covid di Delhi terus meningkat hingga lebih dari 35%.

Sementara di kota Kalkuta di Benggala Barat, negara bagian yang masih melalui pemilihan negara bagian, dokter melaporkan hampir terjadi peningkatan 50%.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas