Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Brasil Kedua Setelah AS, Total Kematian Covid-19 Capai 400.000 Jiwa

Manaus Amazonia adalah tempat varian P1 pertama kali terdeteksi dan di bulan Januari pasien meninggal di tempat tidur karena sesak napas.

Brasil Kedua Setelah AS, Total Kematian Covid-19 Capai 400.000 Jiwa
TV BRASIL via AFP
Tayangan dari TV Brasil menampilkan Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker saat diwawancarai wartawan di istana kepresidenan Planalto Palace di Brasilia, pada Selasa (7/7/2020). Di hari itu Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19, tapi mengaku dirinya baik-baik saja serta hanya mengalami gejala ringan. 

TRIBUNNEWS.COM, SAO PAULO - Nicole Martins berharap ibunya, yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 bulan lalu, sembuh.

Tetapi ketika gadis berusia 24 tahun itu tiba di rumah sakit, raut wajah ayahnya menegaskan ketakutan terburuknya.

"Saya pikir dia akan keluar," kenang Martins kepada Al Jazeera, Kamis (29/4/2021). “Tapi kemudian aku sampai di sana dan melihat ayahku menangis,” imbuhnya.

Keluarga Martin adalah satu dari ratusan ribu keluarga Brasil yang kehilangan orang yang dicintai karena Covid-19, sejak virus corona pertama kali menjalar ke seluruh negeri seperti api.

Pada Kamis (29/4/2021), Brasil melampaui 400.000 kematian, total tertinggi kedua di dunia setelah AS. Lebih dari setengahnya tercatat pada 2021, sementara April 2021 adalah bulan paling mematikan.

Para ahli menyalahkan beberapa faktor untuk peningkatan baru-baru ini, termasuk varian P1 yang lebih menular.

Juga kelelahan dengan tindakan pembatasan sosial, seperti penguncian (lockdown), dan vaksinasi yang berjalan lambat.

“Dengan 50 persen kematian akibat Covid terjadi tahun ini, menunjukkan krisis benar-benar di luar kendali,” Jesem Orellana, ahli epidemiologi Fiocruz di ibukota Amazon, Manaus.

Manaus adalah tempat varian P1 pertama kali terdeteksi dan di bulan Januari pasien meninggal di tempat tidur karena sesak napas, ditambah pasokan oksigen yang tidak memadai.

Tanggapan Presiden populis sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro, terhadap krisis, termasuk meremehkan tingkat keparahan penyakit dan meragukan masker dan vaksin, telah dikecam para ahli kesehatan di dunia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Setya Krisna Sumarga
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas