Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Tahun Ini 4 Perusahaan Jepang Memproduksi Vaksin Covid-19, Plus AstraZeneca 'Made in Japan'

Menteri Kono juga mengingatkan adanya mutan virus corona yang muncul memaksa Jepang untuk segera menyelesaikan vaksinasi.

Tahun Ini 4 Perusahaan Jepang Memproduksi Vaksin Covid-19, Plus AstraZeneca 'Made in Japan'
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Taro Kono (58), Menteri Reformasi Regulasi dan Penanggungjawab Vaksinasi di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tahun 2021 ini AstraZeneca akan membuat vaksinnya di Jepang atau "Made in Japan". Kini prosesnya masih menunggu persetujuan pemerintah.

Empat perusahaan vaksin dalam negeri Jepang juga akan memproduksi vaksin sendiri di Jepang.

"Kita akan produksi vaksin sendiri mudah-mudahan bisa tercapai di tahun ini. Selain itu izin untuk memproduksi di dalam negeri vaksin AstraZeneca juga masih dalam pertimbangan lebih lanjut. Semuanya kalau lancar akan dapat memproduksi vaksin di dalam negeri dalam tahun 2021 ini," papar Taro Kono (58), Menteri Reformasi Regulasi dan Penanggungjawab Vaksinasi di Jepang dalam acara TBS TV, Kamis (29/4/2021) malam.

Menteri Kono juga mengingatkan adanya mutan virus corona yang muncul memaksa Jepang untuk segera menyelesaikan vaksinasi.

"Kini vaksinasi sudah tersedia banyak siap disuntikkan, menjadi masalah tenaga dokter medis masih kurang. Untuk itulah kita akan minta kerja sama mereka agar terjun langsung total semuanya supaya vaksinasi bisa lebih cepat antara lain dengan bantuan subsidi uang tunai juga bagi mereka yang mau bekerja sampai malam dan juga hari libur," tambahnya.

Jumat (30/4/2021) hari ini rencananya Perdana Menteri Suga dijadwalkan bertemu dengan Ketua Asosiasi Kedokteran Jepang Toshio Nakagawa di tengah masa liburan Golden Week mulai Kamis (29/4/2021) sampai 5 Mei mendatang dan juga dengan Toshiko Fukui, Ketua Asosiasi Perawat Jepang serta Menteri Taro Kono.

Baca juga: Dokter Jepang Dapat Subsidi Lagi Untuk Percepat Vaksinasi, Kabukicho Bakal 24 Jam Vaksinasi

Mengenai target vaksinasi untuk anak usia 16 tahun ke bawah, jika target usia vaksinasi diturunkan di Amerika Serikat, maka kemungkinan untuk menyuntik orang di bawah usia 16 tahun juga dapat dilakukan di Jepang.

"Di Amerika Serikat sedang melakukan uji klinis pada usia yang lebih muda, dan jika disetujui di Amerika Serikat, itu mungkin akan menjadi aplikasi untuk disetujui di Jepang," ungkap Menteri Kono.

Kono menjelaskan bahwa vaksin Pfizer yang saat ini ditargetkan untuk orang berusia 16 tahun ke bawah sedang menjalani aplikasi persetujuan dan uji klinis di Amerika Serikat.

"Apabila disetujui di Amerika Serikat, maka akan diterapkan untuk persetujuan di Jepang juga dan diharapkan target usia vaksinasi dapat diturunkan dari usia 16 tahun di Jepang pada masa depan," kata dia.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas