Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Terapi Oksigen Jadi Pengobatan Baru Pasien Covid-19 di India

Terapi oksigen telah muncul sebagai 'pengobatan terdepan' dalam kasus Covid-19 yang parah di India.

Terapi Oksigen Jadi Pengobatan Baru Pasien Covid-19 di India
Tangkap Layar Video The Telegraph
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Saat India berjuang melawan gelombang kedua infeksi virus corona (Covid-19), terjadi lonjakan permintaan baru untuk konsentrator oksigen.

Banyak pasien Covid-19 yang kritis dan mengalami penurunan kadar oksigen dalam tubuh. Ini yang membuat kerabat mereka berjuang untuk mendapatkan alat tersebut, bahkan hingga mencari ke pasar gelap.

Terapi oksigen telah muncul sebagai 'pengobatan terdepan' dalam kasus Covid-19 yang parah di India.

Namun, menggunakan konsentrator oksigen secara benar, bukan merupakan perkara mudah.

Baca juga: India Diminta Eksplorasi Kemampuan Militernya untuk Tangani Krisis Covid-19, Ini Seperti Perang

Kendati ini adalah alat penunjang terdepan dalam merawat pasien Covid-19 yang diisolasi di rumah, namun panduan yang tepat tetap diperlukan.

Seperti apa terapi oksigen ini?

Dikutip dari laman The Hindustan Times, Minggu (2/5/2021), untuk memahami cara kerja konsentrator oksigen, hal yang pertama harus diketahui adalah orang perlu memahami bagaimana oksigen digunakan dalam perawatan medis Covid-19.

Baca juga: India Disarankan Berlakukan Lockdown Beberapa Minggu dan Bangun Rumah Sakit Sementara Seperti China

Virus corona menjadi penyebab penyakit pernafasan, ini berarti penyakit itu mempengaruhi paru-paru, kemudian mengubah aliran oksigen yang normal dan stabil dari paru-paru ke berbagai sel di dalam tubuh.

Saat seseorang tertular Covid-19, hal itu dapat menyebabkan oksigen turun ke level yang mengkhawatirkan, sehingga membutuhkan terapi oksigen.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas