Penuhi Panggilan KPK, Dito Ariotedjo Singgung Kunjungan Kerja ke Arab Saudi Bareng Jokowi
Dito Ariotedjo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (23/1/2026) siang.
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- KPK terus mendalami kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024.
- Hari ini penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo
- Dito dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan yang telah menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ)
- Kepada awak media, Dito mengaku kedatangannya sebagai bentuk kepatuhan sebagai warga negara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2023–2025, Dito Ariotedjo, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (23/1/2026) siang.
Politikus Partai Golkar tersebut hadir untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023–2024 yang telah menjerat mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sebagai tersangka.
Pantauan Tribunnews.com di lokasi, Dito tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.49 WIB.
Ia datang menumpangi mobil Toyota All New Land Cruiser berwarna putih.
Didampingi dua orang ajudan pribadi, Dito tampil santai mengenakan kaus hitam yang dibalut jaket berwarna krem.
Tangan kanannya tampak memegang botol minum.
Sementara tangan kirinya menjinjing sebuah tas kecil.
Dito terlihat tenang
Meski menghadapi pemeriksaan kasus rasuah, Dito terlihat tenang.
Ia sesekali melempar senyum saat menjawab pertanyaan awak media sebelum menaiki tangga menuju ruang pemeriksaan di lantai dua.
Kepada awak media, Dito mengaku kedatangannya ini adalah bentuk kepatuhan sebagai warga negara.
Ia juga membenarkan bahwa pemeriksaan dirinya berkaitan dengan berkas perkara Gus Yaqut.
"Ya, di surat undangannya terkait dengan yang kuota haji tentang tersangka untuk Gus Yaqut dan satu lagi siapa itu," ujar Dito di lobi gedung KPK.
"Sebagai warga negara saya harus wajib patuh hukum kan. Patuh hukum jadi ya hadir," tambahnya.
Saat disinggung mengenai apa yang diketahuinya soal kasus ini, Dito menduga pemanggilan dirinya berkaitan dengan peristiwa kunjungan kerja ke Arab Saudi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ia masih menjabat.
Baca tanpa iklan