Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Malaysia Darurat Covid-19, Rumah Sakit Hampir Kehabisan Ruang ICU 

"Dalam menghadapi ujian ini, kita semua perlu bersatu dan berhenti menunjuk jari dan menghindari saling menyalahkan," katanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Malaysia Darurat Covid-19, Rumah Sakit Hampir Kehabisan Ruang ICU 
freepik
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA—Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan jumlah kasus infeksi Covid-19 terus meningkat karena warga Malaysia mengalami kelelahan pandemi (pandemic fatigue).

Direktur jenderal Kesehatan mencatat di Malaysia, kasus Covid-19 telah melonjak dalam sebulan terakhir, yakni 61.984 kasus infeksi dan 235 kasus kematian tercatat pada bulan April saja.

“Kapasitas rumah sakit negara juga sedang berjuang, dengan banyak rumah sakit lembah Klang melaporkan lebih dari 70 persen tingkat pemanfaatan atau penggunaan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU),” ujar Noor Hisham Abdullah seperti dilansir The Star, Rabu (5/5/2021).

"Lonjakan kasus Covid-19 ini disebabkan oleh kelelahan pandemi, antara lain. Masyarakat yang menderita kelelahan menjadi berpuas diri dalam hal mematuhi langkah-langkah kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Malaysia Laporkan Kasus Pertama Varian Covid-19 India

Selain itu, aturan dilonggarkan, sektor ekonomi telah dibuka kembali, pengumpulan massa atau pertemuan massa.

“Ini berkontribusi terhadap lonjakan kasus di mana-mana.”

Rekomendasi Untuk Anda

"Munculnya mutasi baru virus Covid-19 menambah situasi yang mengkhawatirkan, " kata  Noor Hisham dalam keterangan pers hariannya terkait Covid-19.

Dia menyerukan kepada publik Malaysia untuk "memainkan peran mereka" dan mengambil tanggung jawab membantu negara untuk mengekang penularan Covid-19.

"Dalam menghadapi ujian ini, kita semua perlu bersatu dan berhenti menunjuk jari dan menghindari saling menyalahkan," katanya.

Baca juga: Lagi, 11 TKW Jadi Korban Eksploitasi Majikan di Selangor Malaysia, Diselamatkan dengan Cara Ini

Kemarin, Malaysia mencatat 2.500 kasus baru – sehingga total kumulatif menjadi 417.512 orang.

Teratat 637 kasus baru Selangor - sekitar 25,5 persen dari total Malaysia - adalah yang tertinggi dari semua negara bagian.

 "Dari kasus baru Selangor, 84,9 persen adalah yang terpapar dari klaster atau kegiatan contact tracing, " kata Dr Noor Hisham.

Dari 2.500 kasus baru, empat adalah kasus impor.

Ada 2.068 pasien sembuh yang dipulangkan, sementara kasus aktif naik menjadi 30.753.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas