Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Malaysia Izinkan Salat Id dan Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tapi Pembatasan Tetap Berlaku

Malaysia mengizinkan salat id dan halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, dengan pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang berlaku.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Malaysia Izinkan Salat Id dan Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tapi Pembatasan Tetap Berlaku
pexels.com
Menara Petronas Malaysia - Malaysia mengizinkan salat id dan halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, dengan pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang berlaku. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa salat id dan silaturahmi atau halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan diizinkan dengan pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang berlaku.

Berbicara dalam jumpa pers pada Selasa (4/5/2021), Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan untuk wilayah di bawah Movement Control Order (MCO), halal bihalal hanya akan diperbolehkan pada hari pertama Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 13 Mei.

Jumlah orang pun dibatasi hingga 15 orang pada satu waktu, tergantung pada ukuran rumah.

Sedangkan untuk wilayah di bawah Conditional Movement Control Order (CMCO) dan Recovery Movement Control Order (RMCO), halal bihalal diperbolehkan selama tiga hari pertama, yaitu pada 13 Mei hingga 15 Mei.

Untuk jumlah orang di area CMCO maksimal 20 orang, sementara RMCO 25 orang.

Baca juga: Perbatasan Singapura-Malaysia dibuka bagi Kunjungan Keluarga dan Pemakaman

Selanjutnya, untuk wilayah Enhanced Movement Control Order (EMCO), halal bihalal tidak diizinkan sama sekali.

"Ini juga tergantung pada ukuran rumah dan mengharuskan setiap orang menjaga jarak secara sosial kata Ismail Sabri dikutip dari Channel News Asia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ismail Sabri menambahkan, tuan rumah halal bihalal harus menyiapkan pemindai suhu dan menggunakan kode QR MySejahtera atau menyediakan buku catatan pengunjung.

Hal itu untuk memastikan keselamatan tuan rumah dan pengunjung, dan memudahkan contact tracing jika ada kasus terkonfirmasi COVID-19.

"Ini untuk memastikan keselamatan kita sebagai tuan rumah dan kedua, jika ada kasus yang terkonfirmasi (COVID-19), kita bisa melakukan contact tracing pada semua pengunjung," ujarnya.

Sementara itu, untuk salat id, Ismail Sabri mengatakan demikian diperbolehkan di wilayah yang tidak diklasifikasikan di bawah EMCO.

Menteri Senior (Keamanan) Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob
Menteri Senior (Keamanan) Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob (Tangkap Layar Radio Televisyen Malaysia)

Badan agama negara bagian masing-masing akan menentukan jumlah maksimum jamaah dan protokol kesehatan lainnya yang diperlukan.

Mengenai kunjungan kuburan atau ziarah, pemerintah memperbolehkan untuk wilayah di bawah CMCO dan RMCO.

Namun dengan batasan enam pengunjung untuk setiap kuburan dan kunjungan tidak boleh lebih dari 30 menit.

MCO di Enam Kabupaten di Selangor

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas