Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menkes Irak Mengundurkan Diri Pascakebakaran di RS Baghdad yang Tewaskan Lebih dari 80 Orang

Hassan al-Tamimi mengundurkan diri dari jabatannya hanya 10 hari pascakebakaran di rumah sakit Covid-19 Baghdad yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menkes Irak Mengundurkan Diri Pascakebakaran di RS Baghdad yang Tewaskan Lebih dari 80 Orang
AHMAD AL-RUBAYE / AFP
Menteri Kesehatan Irak Hassan al-Tamimi berbicara kepada wartawan saat ia mengunjungi pinggiran Kota Sadr di Baghdad pada 21 Mei 2020, selama kampanye pengujian COVID-19 sebagai bagian dari tindakan yang diambil oleh pihak berwenang yang bertujuan untuk menahan penyebaran virus corona baru. Lingkungan tertentu di ibu kota Irak, Baghdad, memulai penguncian penuh selama dua minggu pada kemarin, sebagai reaksi terhadap lonjakan infeksi virus korona sejak pembatasan dilonggarkan. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kesehatan Irak Hassan al-Tamimi mengundurkan diri dari jabatannya hanya 10 hari pascakebakaran di rumah sakit Covid-19 Baghdad yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Pernyataan pemerintah menyebut Hassan al-Tamimi bergabung dengan pemerintah dengan dukungan pemimpin Syiah Moqtada al-Sadr, dilaporkan mengundurkan diri atas kemauannya sendiri, pada Selasa (4/5/2021).

Kebakaran di rumah sakit Ibn al-Khatib, yang menewaskan 82 orang dan melukai 110 lainnya, memicu kemarahan di media sosial.

Dilansir Al Jazeera, tagar yang viral menggemakan seruan agar Al-Tamimi dipecat.

Baca juga: Potensi Zakat di Indonesia Diperkirakan Mencapai Rp300 Triliun

Baca juga: Deklarasi Darurat Ketiga di Jepang, Kerugian Ekonomi Diperkirakan 699 Miliar Yen

Raja Salman Dirawat di Rumah Sakit, PM Irak Mustafa Al-Kadhemi Tunda Kunjungan ke Arab Saudi
Raja Salman Dirawat di Rumah Sakit, PM Irak Mustafa Al-Kadhemi Tunda Kunjungan ke Arab Saudi (AFP)

Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi menangguhkan Tamimi setelah kebakaran, bersama dengan banyak pejabat lainnya.

Pemerintah mencabut penangguhan pada hari Selasa dan dia kemudian mengundurkan diri.

Pengabaian sistem perawatan kesehatan yang pernah dinobatkan menjadi satu di antara yang terbaik di Timur Tengah mulai disorot pascakebakaran tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti diketahui, sejak dilanda konflik, sanksi internasional, invasi pimpinan AS pada tahun 2003 dan korupsi yang merajalela, sistem kesehatan negara tersebut runtuh.

Kebakaran terjadi pada dini hari pada 25 April, dipicu oleh ledakan tabung oksigen yang disimpan dengan buruk.

Banyak korban menggunakan alat bantu pernapasan untuk dirawat karena COVID-19 terbakar atau mati lemas akibat kobaran api yang menyebar dengan cepat ke seluruh rumah sakit, di mana puluhan kerabat mengunjungi pasien di unit perawatan intensif.

Hasil penyelidikan atas insiden itu menyalahkan pejabat tingkat bawah.

Direktur rumah sakit Ibn al-Khatib, wakil administrasi, kepala pertahanan sipil rumah sakit dan kepala departemen kesehatan di Baghdad timur "diberhentikan dan akan dikenakan beberapa tindakan disipliner.

Menteri Kesehatan Irak Hassan al-Tamimi
Menteri Kesehatan Irak Hassan al-Tamimi berbicara kepada wartawan saat ia mengunjungi pinggiran Kota Sadr di Baghdad pada 21 Mei 2020, selama kampanye pengujian COVID-19 sebagai bagian dari tindakan yang diambil oleh pihak berwenang yang bertujuan untuk menahan penyebaran virus corona baru. Lingkungan tertentu di ibu kota Irak, Baghdad, memulai penguncian penuh selama dua minggu pada kemarin, sebagai reaksi terhadap lonjakan infeksi virus korona sejak pembatasan dilonggarkan.

Pemerintah telah memerintahkan rumah sakit di seluruh negeri untuk meninjau dan menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan yang lebih baik.

Insiden tersebut semakin mengikis kepercayaan rakyat Irak pada sistem perawatan kesehatan mereka.

Selama pandemi virus Corona, kurangnya kepercayaan itu berarti beberapa tidak mencari bantuan medis ketika terinfeksi COVID-19, dan memutuskan untuk tidak divaksinasi di pusat medis yang dikelola pemerintah.

Baca juga: Kemenkes Atur Waktu Observasi Vaksinasi Covid-19, Kini Hanya 15 Menit

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas