Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Filateli

Saatnya Memasyarakatkan Filateli di Masa Pandemi Covid-19

Pemburuan cap rumah pos itulah yang sangat menarik dan berharga, sehingga satu set benda filateli dengan rumah pos menjadi sangat berharga saat ini.

Saatnya Memasyarakatkan Filateli di Masa Pandemi Covid-19
Sumber Marcophily Indonesia
Beberapa contoh cap rumah pos di Indonesia yang sering diburu para kolektor benda filateli. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Waktu yang lebih banyak di rumah pada masa pandemi Covid-19 saat ini adalah saat yang tepat untuk memasyarakatkan filateli, hobi mengumpulkan prangko.

"Benar kak, saatnya memperhatikan kembali koleksi prangko, meningkatkan perhatian masyarakat kepada pos dan prangko saat ini, apalagi menjelang lebaran bisa bersilaturahmi dengan kartu lebaran," papar Gilang, seorang kolektor prangko kepada Tribunnews.com, Sabtu (8/5/2021).

Koleksi benda filateli bukan hanya prangko tetapi banyak lainnya terkait dengan pos, misalnya cap pos.

Ada yang dinamakan cap Rumah Pos yang tersebar banyak di Indonesia di masa lalu, kini sudah langka.

"Yah minimal kita semua harus catat kapan dan mengapa perubahan terjadi. Waktu kakak sakit kemarin Maret 2021 saya sempat mampir di lokasi rumah pos Pancur, Kabupaten Rembang 59200," kata Muhammadun, kolektor lainnya, Sabtu (8/5/2021).

Dia kaget karena tak bisa menjumpai lagi layanan rumah pos tersebut.

"Nah layanan tersebut kini sudah tidak ada. Alasannya, semenjak perum menjadi PT Pos Indonesia maka orientasinya profit tidak lagi layanan masyarakat yang tidak membawa keuntungan. Keterangan saya peroleh dari seorang pejabat pos yang dekat dengan eks lokasi rumah Pos Pancur," tambahnya.

Baca juga: Kirim Sampel Uji PCR Lewat Kantor Pos Jepang Sangat Ketat, Jadi Koleksi Bagi Filatelis

Selain itu Muhammadun juga tidak menjumpai pula papan rumah pos di sana.

"Kemarin waktu saya lihat lagi, plang (papan nama) sudah diturunkan dan layanan Rumah Pos Pancur sudah tak ada," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas