Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Empat Orang di Inggris Tewas oleh Varian Baru Covid-19 dari India

Kematian tersebut diyakini sebagai kematian pertama di Inggris akibat mutasi Covid-19 yang sangat menular.

Empat Orang di Inggris Tewas oleh Varian Baru Covid-19 dari India
Anadolu Agency/Kate Green
Empat orang di Inggris meninggal setelah tertular oleh virus Covid-19 varian India. Korban meninggal di rentang tanggal 5 sampai 12 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat orang di Inggris meninggal setelah tertular oleh virus Covid-19 varian India, mengutip pernyataan resmi sebuah badan Pemerintah Inggris,hari Jumat (14/5/2021) kemarin.

Kematian keempat korban terjadi antara 5 dan 12 Mei, menurut Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (SAGE), sebuah badan pemerintah yang memberikan nasehat ke pemerintah pusat dalam keadaan darurat.

Kematian tersebut diyakini sebagai kematian pertama di Inggris akibat mutasi Covid-19 yang sangat menular.

“Kami telah melihat kelompok lebih lanjut dari B.1.617.2, varian yang pertama kali diamati di India, kami telah melihatnya terutama di Bolton, Blackburn dengan Darwen dan beberapa bagian lain negara," ungkap Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

"Pada tahap ini, ada beberapa hal penting yang tidak diketahui. Kami yakin varian ini lebih dapat ditularkan daripada yang sebelumnya,” ujar Boris Johnson.

Baca juga: Warga Australia yang Pulang dari India akan Dikarantina di Lokasi Terpencil, Kamp Pertambangan

“Kabar baiknya adalah sejauh ini kami tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa vaksin kami akan kurang efektif dalam melindungi orang dari penyakit parah dan rawat inap," ungkapnya.

Baca juga: Menyebar Lebih Cepat, Varian Covid-19 B1617 dari India Terdeteksi di 8 Negara Amerika hingga Inggris

"Jadi itu berarti kami berada dalam posisi yang berbeda dari terakhir kali kami menghadapi varian baru sebelum Natal karena skala peluncuran vaksin kami,” tambah Johnson.

Ada kekhawatiran yang berkembang atas penyebaran jenis virus di berbagai bagian di Inggris.

Muncul kekhawatiran hal itu dapat memaksa pemerintah menunda pembukaan kembali Inggris meskipun ada desakan bahwa penguncian akan segera berakhir.

Hingga 12 Mei, lebih dari 1.300 kasus telah terdeteksi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas