Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

WHO Desak Negara Maju Hentikan Vaksinasi terhadap Anak-anak: Sumbangkan Vaksin ke COVAX

WHO melalui Tedros Adhanom mendesak negara-negara maju untuk menghentikan vaksinasi terhadap anak-anak, dan sebaiknya menyumbangkan vaksin ke COVAX.

WHO Desak Negara Maju Hentikan Vaksinasi terhadap Anak-anak: Sumbangkan Vaksin ke COVAX
The Jakarta Post
Ilustrasi Vaksin - WHO melalui Tedros Adhanom mendesak negara-negara maju untuk menghentikan vaksinasi terhadap anak-anak, dan sebaiknya menyumbangkan vaksin ke COVAX. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara maju atau negara berpenghasilan tinggi, untuk berhenti memvaksinasi anak-anak terhadap virus corona (COVID-19).

Sebagai gantinya, negara maju diharapkan menyumbangkan dosis vaksin ke negara-negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah, melalui COVID-19 Vaccines Global Access (COVAX).

COVAX merupakan program yang dipimpin Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI), WHO, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), untuk mengupayakan keadilan dan pemerataan distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh dunia, terutama untuk negara berpenghasilan rendah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyuarakan kemarahannya terhadap negara maju yang sekarang memvaksinasi anak-anak dan remaja.

Sementara negara berpenghasilan rendah baru saja mulai memvaksinasi petugas kesehatan dan kelompok yang paling rentan.

Baca juga: Ketua Komeito Jepang: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Selesai Akhir Juli 2021

"Pada Januari, saya berbicara tentang potensi terungkapnya bencana moral," kata Tedros dalam konferensi pers, sebagaimana diwartakan Channel News Asia.

"Sayangnya, kami sekarang menyaksikan permainan ini. Di beberapa negara kaya, yang membeli sebagian besar pasokan, kelompok berisiko rendah sekarang divaksinasi," sambungnya.

Tedros memahami mengapa beberapa negara juga ingin memvaksinasi anak-anak dan remaja.

Akan tetapi, ia berharap negara maju juga mempertimbangkan kembali untuk menyumbangkan dosis vaksin kepada COVAX.

Sebab, di sebagian negara berpenghasilan rendah, hingga kini pasokan vaksinnya belum mencukupi untuk memvaksinasi tenaga kesehatan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (VOA)
Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Rica Agustina
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas