Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bentrok Bersenjata Taliban dan Pasukan Afghanistan Berlanjut di Helmand

Pejuang Taliban menyerang pos pemeriksaan keamanan di pinggiran Lashkar Gah dan distrik lainnya.

Bentrok Bersenjata Taliban dan Pasukan Afghanistan Berlanjut di Helmand
DOKUMEN TRIBUNNEWS
FILE - Foto dokumentasi aksi pengeboman yang diduga kuat dilakukan kelompok Taliban Afghanistan. Kelompok militan itu terus berseteru melawan pemerintah Afghanistan di Kabul. 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Gencatan senjata tiga hari antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban berakhir, Minggu (16/5/2021).

Masa kritis ini ditandai aksi kekerasan bersenjata, beberapa diklaim kelompok bersenjata ISIL (ISIS), di tengah seruan untuk pembicaraan damai yang diperbarui.

Pertempuran berlanjut Minggu di pinggiran Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand di selatan yang bergolak.

Informasi disampaikan juru bicara militer Afghanistan dan seorang pejabat setempat, dikutip Aljazeera, Minggu (16/5/2021).

"Pertempuran dimulai lebih awal hari ini dan masih berlangsung," kata Attaullah Afghan, Kepala Dewan Provinsi Helmand kepada kantor berita AFP.

Baca juga: Genjatan Senjata 3 Hari yang Disepakati Taliban-Afghanistan untuk Hormati Idul Fitri Mulai Berlaku

Baca juga: Pasukan Afghanistan-Taliban Saling Serang Jelang Batas Waktu Penarikan Pasukan AS yang Semakin Dekat

Dia mengatakan pejuang Taliban menyerang pos pemeriksaan keamanan di pinggiran Lashkar Gah dan distrik lainnya.

Seorang juru bicara militer Afghanistan di selatan mengkonfirmasi pertempuran memang terus berlangsung di lapangan.

Taliban, yang telah melancarkan pemberontakan bersenjata sejak digulingkan dari kekuasaan dalam invasi militer pimpinan AS pada 2001, menyalahkan pemerintahan Kabul yang didukung barat atas dimulainya kembali pertempuran.

"Mereka (pasukan Afghanistan) memulai operasi ... jangan menyalahkan kami," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada AFP.

Kelompok bersenjata itu terus menyerang pasukan Afghanistan bahkan setelah mereka menandatangani perjanjian damai dengan AS pada Februari 2020.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Setya Krisna Sumarga
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas