Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bentrok Bersenjata Taliban dan Pasukan Afghanistan Berlanjut di Helmand

Pejuang Taliban menyerang pos pemeriksaan keamanan di pinggiran Lashkar Gah dan distrik lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Bentrok Bersenjata Taliban dan Pasukan Afghanistan Berlanjut di Helmand
DOKUMEN TRIBUNNEWS
FILE - Foto dokumentasi aksi pengeboman yang diduga kuat dilakukan kelompok Taliban Afghanistan. Kelompok militan itu terus berseteru melawan pemerintah Afghanistan di Kabul. 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Gencatan senjata tiga hari antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban berakhir, Minggu (16/5/2021).

Masa kritis ini ditandai aksi kekerasan bersenjata, beberapa diklaim kelompok bersenjata ISIL (ISIS), di tengah seruan untuk pembicaraan damai yang diperbarui.

Pertempuran berlanjut Minggu di pinggiran Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand di selatan yang bergolak.

Informasi disampaikan juru bicara militer Afghanistan dan seorang pejabat setempat, dikutip Aljazeera, Minggu (16/5/2021).

"Pertempuran dimulai lebih awal hari ini dan masih berlangsung," kata Attaullah Afghan, Kepala Dewan Provinsi Helmand kepada kantor berita AFP.

Baca juga: Genjatan Senjata 3 Hari yang Disepakati Taliban-Afghanistan untuk Hormati Idul Fitri Mulai Berlaku

Baca juga: Pasukan Afghanistan-Taliban Saling Serang Jelang Batas Waktu Penarikan Pasukan AS yang Semakin Dekat

Dia mengatakan pejuang Taliban menyerang pos pemeriksaan keamanan di pinggiran Lashkar Gah dan distrik lainnya.

Seorang juru bicara militer Afghanistan di selatan mengkonfirmasi pertempuran memang terus berlangsung di lapangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Taliban, yang telah melancarkan pemberontakan bersenjata sejak digulingkan dari kekuasaan dalam invasi militer pimpinan AS pada 2001, menyalahkan pemerintahan Kabul yang didukung barat atas dimulainya kembali pertempuran.

"Mereka (pasukan Afghanistan) memulai operasi ... jangan menyalahkan kami," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada AFP.

Kelompok bersenjata itu terus menyerang pasukan Afghanistan bahkan setelah mereka menandatangani perjanjian damai dengan AS pada Februari 2020.

Mereka menyebut Kabul sebagai "rezim boneka" barat.

Sehari sebelumnya, tim negosiasi pemerintah dan kelompok bersenjata bertemu sebentar di Qatar. Hal ini disampaikan juru bicara politik Taliban, Suhail Shaheen.

Mereka memperbarui komitmen mereka pada hari Sabtu untuk menemukan akhir damai untuk perang dan menyerukan dimulainya pembicaraan lebih awal yang telah terhenti.

Kabul dan Taliban telah mengadakan pembicaraan di ibu kota Qatar, Doha sejak September 2020 sebagai bagian dari dorongan AS untuk mencapai perdamaian abadi di negara yang dilanda perang itu.

AS telah mendesak pembicaraan yang dipercepat antara para pemangku kepentingan Afghanistan saat menarik 2.500-3.500 tentaranya yang terakhir dan NATO yang tersisa 7.000 pasukan sekutunya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas