Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

PKS Bakal Kirim Surat Terbuka ke Presiden AS Joe Biden

Rezim Zionis-Israel seolah-olah memposisikan diri sebagai korban yang mengalami serangan, sehingga memiliki hak untuk melancarkan tindakan kekerasan

PKS Bakal Kirim Surat Terbuka ke Presiden AS Joe Biden
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Presiden PKS Ahmad Syaikhu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengambil sikap terkait tindakan kekerasan yang dilakukan oleh rezim Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina, beberapa waktu terakhir. 

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan pihaknya telah memutuskan akan mengambil lima sikap menanggapi kasus ini. Pertama, PKS mengutuk keras serangan rezim Zionis-Israel yang brutal dan sistematis kepada rakyat Palestina di Gaza. 

"Rezim Zionis-Israel terbukti secara jelas dan meyakinkan telah melakukan tindakan pengusiran, perampasan pemukiman secara ilegal, pembunuhan massal, serta pembersihan etnis (ethnic cleansing) kepada warga sipil Palestina, baik warga muslim maupun non-muslim, termasuk kepada anak-anak, perempuan, dan orang tua. Tindakan agresi militer Zionis-Israel juga menghancurkan berbagai sarana ibadah, sekolah, rumah sakit dan gedung milik jurnalis yang meliput secara damai di Gaza Palestina," ujar Syaikhu, dalam konferensi pers, di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (16/5/2021). 

Sikap kedua PKS adalah menolak dengan tegas segala bentuk narasi, wacana publik dan pandangan yang menyatakan bahwa rezim Zionis-Israel memiliki hak untuk melakukan pembelaan diri (self-defense). 

Baca juga: PKS Minta Pemerintah Desak PBB Terjunkan Pasukan Perdamaian ke Palestina

Syaikhu menegaskan rezim Zionis-Israel seolah-olah memposisikan diri sebagai korban yang mengalami serangan, sehingga memiliki hak untuk melancarkan tindakan kekerasan yang jelas-jelas mengarah kepada tindakan kejahatan kemanusiaan (crime against humanity). 

Padahal, kata dia, rezim Zionis-Israel terbukti melakukan politik apartheid yakni tindakan persekusi, diskriminasi dan kekerasan kepada bangsa Palestina. 

"Kebijakan blokade jalur Gaza juga termasuk kejahatan kemanusiaan  yang harus dihentikan dan diakhiri karena telah menghalang-halangi bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional untuk korban kekerasan," kata dia. 

"Selain itu, kami juga mengajak semua pihak untuk menghormati Masjid Al-Aqsha sebagai tempat suci umat Islam dan situs budaya di bawah pengawasan UNESCO.

Semua pihak wajib menjaga dan melindungi Masjid Al-Aqsha dan memberikan akses bagi umat Muslim untuk bisa beribadah di dalamnya, sebagaimana telah di atur dalam hukum internasional," imbuhnya. 

Baca juga: Miliki Darah Palestina, Bella Hadid Ceritakan Silsilah Keluarga

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas