Kelompok Jihad Islam di Jalur Gaza Pamerkan Roket Bom Bernama Al Qassim
Jihad Islam merupakan formasi bersenjata terbesar kedua di Jalur Gaza sesudah Hamas.
Editor: Setya Krisna Sumarga

TRIBUNNEWS.COM, KOTA GAZA - Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina, Minggu (16/5/2021) memamerkan bom berpendorong roket berat baru (IRAM) yang diberi nama al-Qassim.
Nama ini dimaksud sebagai penghormatan terhadap Jenderal Qassem Soleimani, mantan Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran yang terbunuh di Baghdad awal 2020.
Jihad Islam merupakan formasi bersenjata terbesar kedua di Jalur Gaza sesudah Hamas. Kelompok itu menyebut roket al-Qassim digunakan untuk menggempur pasukan Israel di sebelah timur Khan Yunis pada 15 Mei.
Faksi tersebut mengklaim serangan itu mengakibatkan korban jiwa. Namun klaim ini belum terverifikasi oleh jaringan berita Southfront.org.
Roket Al-Qassim dipersenjatai hulu ledak 400 kilogram. Penguat roket amunisi memiliki diameter 350 mm.
Desain amunisi identik dengan beberapa IRAM, yang juga dipakai kelompok Hizbullah di Suriah dan pasukan yang didukung Iran di Irak.
Jihad Islam adalah sekutu utama Damaskus dan Teheran, yang mungkin telah membantu kelompok tersebut dalam pengembangan IRAM.
IRAM biasanya memiliki jangkauan yang sangat pendek, digunakan untuk pertempuran jarak dekat atau menjebol kubu pertahanan lawan.
Sejak pecahnya pertempuran di Gaza, Brigade al-Quds menembakkan ratusan roket ke Israel selatan dan tengah.
Dalam beberapa jam terakhir, kelompok itu menargetkan pemukiman Nir Yitzhak serta posisi militer di Nahal Oz, Amitai dan Kosovim.
Baca juga: Gempur Israel Bertubi-tubi, Hamas Telah Capai Tujuan Politiknya

Sikap Komandan Pasukan Quds Iran
Kantor berita Fars News Agency (FNA) menyebut, Komandan Pasukan Qods Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Esmayeel Qaani memuji Perlawanan Palestina terhadap Israel.
Ia menekankan Iran akan melanjutkan dukungan penuh untuk bangsa Palestina dan perlawanan terhadap agresi rezim Zionis.
Jenderal Qaani, dalam panggilan telepon dengan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh, memuji kinerja front perlawanan melawan Israel.