Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kepala Kepolisian Prancis Kecam Petisi ‘Perang Saudara’ Para Mantan Perwira Polisi

Kepala Kepolisian Prancis, Frederic Veaux, berpendapat para mantan polisi itu masih terikat 'kewajiban menahan diri'.

Kepala Kepolisian Prancis Kecam Petisi ‘Perang Saudara’ Para Mantan Perwira Polisi
AFP PHOTO / MIGUEL MEDINA
FILE - Warga dievakuasi dekat gedung konser musik Bataclan di pusat Kota Paris, Perancsi, Sabtu (14/11/2015) dini hari. Sedikitnya 120 orang tewas dalam serangkaian serangan teror di Paris pada Jumat (13/11/2015) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, PARIS – Pucuk pimpinan Kepolisian Prancis mengecam hampir 100 mantan perwira koleganya yang memperingatkan potensi ‘perang saudara” di negara itu.

Kepala Kepolisian Prancis, Frederic Veaux, berpendapat para mantan polisi itu masih terikat 'kewajiban menahan diri', UU yang membatasi pegawai negeri mengungkapkan pendapat pribadi di depan umum.

“Inisiatif Anda melemahkan lembaga kami, dari pada memperkuatnya," tulis Vaux lewat suratnya merespon petisi para mantan polisi Prancis. Kabar ini dikutip dari laman Russia Today, Senin (17/5/2021). 

Dia berargumen Kepolisian Prancis membutuhkan kepercayaan diri, persatuan, dan kohesi dalam barisannya, tanpa semangat keberpihakan.

Pada saat yang sama, Veaux mengatakan pemerintah telah membuat langkah penting baik dalam hal perlindungan petugas dan peralatan polisi.

Belasan jenderal dan mantan perwira militer Prancis beberapa pecan lalu membuat surat terbuka, memperingatkan kemungkinan perang saudara di Prancis.

Baca juga: Anggota Militer Aktif Prancis Peringatkan Potensi Perang Saudara di Negara Itu

Mereka memperingatkan ekstrimisme kelompok tertentu menggunakan narasi agama, yang bisa meruntuhkan Prancis.

Cara penanganan dan kebijakan yang dibuat Presiden Emmanuel Macron, dianggap memberi jalan bagi mereka untuk mengubah tatanan Prancis.

Karena itu lewat petisi yang ditandatangani 93 mantan perwira polisi, mendesak Presiden Emmanuel Macron, pemerintah, dan anggota parlemen untuk “melakukan segala kemungkinan untuk mengakhiri situasi yang sangat serius ini.

Prancis tidak boleh jatuh ke dalam kekacauan. Polisi Prancis tidak dapat mengizinkan angkatan bersenjata menggantikan mereka untuk menghindari perang saudara.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Setya Krisna Sumarga
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas