Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Indonesia Didorong Ratifikasi Statuta Roma untuk Beri Dukungan Nyata kepada Palestina

Amnesty International Indonesia mendorong pemerintah meratifikasi Statuta Roma tentang Mahkamah Pidana Internasional

Indonesia Didorong Ratifikasi Statuta Roma untuk Beri Dukungan Nyata kepada Palestina
KOMPAS.com/Devina Halim
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan serangan-serangan udara Israel yang menyasar gedung-gedung tempat tinggal di Gaza dapat tergolong kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amnesty International Indonesia mendorong pemerintah meratifikasi Statuta Roma tentang Mahkamah Pidana Internasional (ICC) jika ingin memberikan dukungan nyata kepada warga Palestina.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan serangan-serangan udara Israel yang menyasar gedung-gedung tempat tinggal di Gaza dapat tergolong kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurutnya tindakan tersebut harus diinvestigasi oleh Mahkamah Pidana Internasional.

“Dengan meratifikasi Statuta Roma, maka Indonesia akan menjadi negara pihak dan akan mempunyai landasan yang kuat untuk lebih bisa pro-aktif mengakhiri krisis kemanusiaan dan hak asasi manusia serta memperjuangkan keadilan untuk warga Gaza yang menjadi korban serangan udara Israel,” kata Usman dalam keterangannya dikutip pada Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Sedih Dengar Serangan Israel, Fadil Jaidi Galang Donasi Rp 7,3 Miliar untuk Bangun RS di Palestina

Baca juga: Nasib 5 Netizen Indonesia yang Menghina Palestina, Diviralkan Melly Goeslaw hingga Dipenjara

Sejak diberlakukan 1 Juli 2002, kata Usman, Statuta Roma yang menjadi cikal bakal ICC belum diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia.

Padahal, kata dia, Indonesia pernah merencanakan ratifikasi Statuta tersebut.

"Sebelumnya, dalam Peninjauan Berkala Universal (UPR) di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada bulan Mei 2017, Indonesia gagal untuk secara eksplisit menerima rekomendasi untuk meratifikasi Statuta Roma," kata Usman.

Baca juga: Profil Eran Zahavi, Pemain PSV Eindhoven yang Ubah Gambar Bendera Palestina Jadi Israel

Amnesty International mencatat pasukan Israel telah melakukan sejumlah serangan udara yang menargetkan bangunan tempat tinggal yang dalam sejumlah kasus menewaskan seluruh keluarga, termasuk anak-anak.

Selain itu serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan sewenang-wenang pada properti sipil, dalam serangan yang tergolong sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

Halaman
1234
Penulis: Gita Irawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas