Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

POPULER Internasional: Joe Biden Peringati Pembantaian Tulsa | Vaksin Sinovac Disetujui WHO

Berita populer internasional, di antaranya Joe Biden yang memperingati 100 tahun pembantaian ras di Tulsa serta WHO setujui vaksin Sinovac dari China

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in POPULER Internasional: Joe Biden Peringati Pembantaian Tulsa | Vaksin Sinovac Disetujui WHO
Kolase Tribunnews/AFP
Berita populer internasional, di antaranya Joe Biden yang memperingati 100 tahun pembantaian ras di Tulsa serta WHO setujui vaksin Sinovac dari China 

Tiga bom mengguncang ibu kota Afghanistan, Kabul, sehingga  menewaskan sedikitnya 10 orang dan membuat kota itu gelap gulita, Selasa (1/6) malam.

Wakil Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Said Hamid Rushan, mengtakan dua bom meledak secara berurutan di lokasi terpisah di lingkungan Kabul barat Selasa malam, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai belasan lainnya.

Sementara Juru Bicara Departemen Pasokan Listrik Pemerintah, Sangar Niazai, mengatakan bom ketiga merusak parah stasiun jaringan listrik di Kabul utara.

Rushan mengatakan, dua pemboman awal, keduanya menargetkan minivan, terjadi di sebagian besar daerah etnis Hazara di ibu kota.

Bom pertama meledak di dekat rumah seorang pemimpin terkemuka Hazara, Mohammad Mohaqiq, dan di depan sebuah masjid Syiah. Mayoritas komunitas Hazara adalah Muslim Syiah.

Baca juga: Minibus yang Angkut Dosen dan Mahasiswa di Afghanistan Jadi Target Serangan Bom, 4 Orang Tewas

Bom kedua juga menargetkan sebuah minivan tetapi Rushan mengatakan rinciannya masih ditindaklanjuti.

Polisi menutup kedua area tersebut dan para penyelidik sedang menyeleksi puing-puing.

Rekomendasi Untuk Anda

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman tersebut.

Afiliasi ISIL (ISIS) yang beroperasi di Afghanistan sebelumnya telah menyatakan perang terhadap minoritas Muslim Syiah, yang merupakan sekitar 20 persen dari mayoritas negara Muslim Sunni yang berpenduduk 36 juta orang.

Afiliasi ISIS sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan di pembangkit listrik Afghanistan di Kabul dan di beberapa provinsi lainnya Mei lalu.

Baca juga: Genjatan Senjata 3 Hari yang Disepakati Taliban-Afghanistan untuk Hormati Idul Fitri Mulai Berlaku

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Setelah Vaksin COVID-19 Sinopharm, Sinovac Jadi Vaksin Kedua China yang Disetujui WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui vaksin virus corona (COVID-19) Sinovac untuk penggunaan darurat, Selasa (1/6/2021).

Dikutip dari Channel News Asia, vaksin Sinovac adalah vaksin kedua dari China yang menerima lampu hijau dari WHO.

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menandatangani vaksin dua dosis CoronaVac dari perusahaan yang berbasis di Beijing, Sinovac, yang sudah digunakan di beberapa negara di seluruh dunia.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas