Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Biden Beberkan Rencana AS Berbagi 80 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Dunia

Joe Biden mengungkapkan rencana pendistribusian 80 juta dosis vaksin Covid-19 secara global ke negara-negara prioritas.

Biden Beberkan Rencana AS Berbagi 80 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Dunia
Nicholas Kamm / AFP
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang COVID-19 dan program vaksinasi di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, DC pada 17 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan rencana pendistribusian 80 juta dosis vaksin Covid-19 secara global ke negara-negara prioritas.

Presiden AS Joe Biden mengatakan AS akan berbagi vaksin tanpa harapan bantuan politik sebagai imbalannya.

Seperti dilansir Reuters dan The Straits Times, Jumat (4/6/2021), Biden telah berjanji akan berbagi sekitar 80 juta vaksin Covid-19 internasional bulan ini.

Baca juga: Biden Blokir 59 Perusahaan China dalam Amandemen Perintah Trump

Gedung Putih pada Kamis (3/6/2021) waktu setempat menetapkan rencana AS berbagi 25 juta dosis vaksin Covid-19 tahap pertama.

AS akan menyumbangkan hampir 19 juta dosis melalui program berbagi vaksin internasional COVAX.

Melalui COVAX, sekitar 6 juta dosis akan dikirim ke Amerika Latin dan Karibia.

Sementara sekitar 7 juta dosis ke Asia Selatan dan Tenggara dan sekitar 5 juta ke Afrika.

Dosis yang tersisa, sebesar lebih dari 6 juta, akan langsung dari AS ke negara-negara termasuk Kanada, Meksiko, India dan Korea Selatan.

"Kami berbagi vaksin ini untuk menyelamatkan nyawa dan memimpin dunia dalam mengakhiri pandemi, dengan kekuatan contoh kami dan dengan nilai-nilai kami," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Biden Perluas Daftar Perusahaan China Terlarang untuk Investor AS

Penasihat keamanan nasional Jake Sullivan mejhelaskan Gedung Putih akan mendasarkan keputusan sumbangan pada "faktor-faktor termasuk mencapai cakupan global, menanggapi krisis ... dan membantu sebanyak mungkin negara."

Sullivan menambahkan bahwa AS bermaksud memprioritaskan negara tetangganya, termasuk Kanada, Meksiko dan negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan.

Biden telah berada di bawah tekanan dari masyarakat dunia untuk berbagi surplus vaksin Covid-19 AS.

Baca juga: Biden: AS Akan Bagikan 25 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Dunia

Selama berbulan-bulan, Gedung Putih tetap fokus agar semua warga Amerika divaksinasi setelah virus corona menewaskan lebih dari setengah juta orang di AS dalam setahun terakhir.

Tetapi presiden telah berjanji bahwa AS akan menjadi pemasok ke negara lain dan berjanji untuk mengirim ke luar negeri setidaknya 20 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson, di atas 60 juta dosis AstraZeneca yang sudah ia rencanakan untuk diberikan kepada negara lain.

“25 juta dosis yang diumumkan Biden pada hari Kamis tidak akan mencakup pasokan dari AstraZeneca,” kata Gedung Putih.(Reuters/The Straits Times)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas