Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pejabat Senior Olimpiade Jepang Tewas Tertabrak Kereta, Diduga Bunuh Diri

Pejabat senior Komite Olimpiade Jepang tewas setelah loncat ke depan kereta, polisi kini menyelidiki kasus tersebut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Gigih
zoom-in Pejabat Senior Olimpiade Jepang Tewas Tertabrak Kereta, Diduga Bunuh Diri
CHARLY TRIBALLEAU / AFP
(FOTO Ilustrasi, bukan lokasi kecelakaan) Komuter menunggu kereta mereka di peron di stasiun Oimachi di Tokyo pada 1 April 2021. Pejabat senior Komite Olimpiade Jepang tewas setelah loncat ke depan kereta, polisi kini menyelidiki kasus tersebut 

TRIBUNNEWS.COM - Kepolisian Tokyo dilaporkan tengah menyelidiki kematian Moriya Yasushi (52), seorang anggota senior Komite Olimpiade Jepang.

Mengutip sumber polisi, Nippon Television melaporkan bahwa Moriya melompat ke depan kereta bawah tanah di stasiun Nakanobu, pada hari Senin (7/6/2021) pagi.

Dia dibawa ke rumah sakit tetapi dinyatakan meninggal dua jam kemudian.

Polisi menangani insiden itu sebagai kematian karena bunuh diri.

Dilansir Vairety, Moriya adalah kepala departemen akuntansi JOC.

Tidak diketahui apakah kematiannya terkait dengan Olimpiade mendatang, yang akan diadakan pada 23 Juli – 8 Agustus 2021.

Baca juga: Usulan Wali Kota Ota Gunma Jepang yang Memperbolehkan Atlet Olimpiade Berbelanja Menuai Kritikan

Baca juga: Chef de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia Kirim Surat ke PPK-GBK Soal Latihan Atlet

Penyelenggaraan Olimpiade di tengah pandemi masih menjadi kontroversi di Jepang.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada bulan Mei, surat kabar Asahi Shimbun yang berpengaruh, yang merupakan sponsor Olimpiade Tokyo 2020, menyerukan agar acara tersebut dibatalkan.

Untuk menekan penyebaran virus corona, diumumkan pada bulan Maret bahwa pertandingan akan diadakan tanpa penonton dari luar negeri.

Namun demikian, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan pertandingan akan diadakan apa pun yang terjadi, dan tim pertama sudah mulai berdatangan di Jepang.

Kontrak antara Tokyo dan IOC berarti bahwa kota tersebut akan bertanggung jawab untuk membayar miliaran dolar sebagai kompensasi jika kota secara sepihak memutuskan untuk membatalkan olimpiade.

Survei Menunjukkan Lebih dari 70% Warga Jepang Berharap Olimpiade Tokyo Ditunda atau Dibatalkan

Logo Olimpiade diapungkan di atas air di daerah Odaiba Tokyo.
Logo Olimpiade diapungkan di atas air di daerah Odaiba Tokyo. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Lebih dari 70% warga Jepang berpendapat bahwa Olimpiade Musim Panas 2020, yang semula dijadwalkan digelar tahun 2020, harus ditunda lagi karena pandemi, atau dibatalkan seluruhnya, menurut jajak pendapat Kyodo News awal Mei lalu.

Selain itu, sebuah petisi di change.org untuk membatalkan Olimpiade, sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari 419.000 tanda tangan.

"Dengan meningkatnya COVID-19, kami mendesak IOC [Komite Olimpiade Internasional], Pemerintah Jepang, Pemerintah Metropolitan Tokyo, dan Komite Penyelenggara untuk mengambil keputusan yang tepat dan membatalkan acara tersebut secepatnya," tulis Utsunomiya Kenji, pengacara Jepang yang menulis petisi, dalam rilis berita.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas