Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Usulan Wali Kota Ota Gunma Jepang yang Memperbolehkan Atlet Olimpiade Berbelanja Menuai Kritikan

Sebanyak 33 anggota tim Australia telah divaksinasi dua kali sebelum datang ke Jepang, tetapi pejabat kota atau pejabat hotel belum divaksinasi.

Usulan Wali Kota Ota Gunma Jepang yang Memperbolehkan Atlet Olimpiade Berbelanja Menuai Kritikan
Asahi
Para atlef sofbol Australia di Kota Ota Gunma Jepang berlatih menjelang Olimpiade 23 Juli 2021. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Usulan Wali Kota Ota, Prefektur Gunma, Seiyoshi Shimizu mengenai kemungkinan atlet olimpiade sofbol dari Australia yang ada di kotanya boleh belanja menuai pro dan kontra di Jepang.

"Bayangkan mereka satu setengah bulan dikandangkan begitu, tidak bisa ke mana-mana, apa tidak bosan? Bagaimana kalau diperbolehkan belanja ya?" papar Seiyoshi Shimizu kepada pers 5 Juni lalu saat melihat atlet sofbol putri Australia berlatih.

Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa mengomentari tidak mungkin hal terjadi di luar playbook.

"Semua harus mengikuti aturan dan tidak ada di dalam aturan mengenai acara belanja oleh para atlet," kata Menteri Marukawa.

Sebanyak 33 anggota tim Australia telah divaksinasi dua kali sebelum datang ke Jepang, tetapi pejabat kota atau pejabat hotel yang menerima mereka belum ada satupun yang telah divaksinasi.

Wali Kota Shimizu mengusulkan vaksinasi prioritas kepada 13 pegawai kota dan sekitar 40 pegawai hotel pada konferensi pers, dengan alasan "untuk tidak mengganggu para pemain".

Dia juga meminta Sekretariat Kabinet untuk melakukan penyelenggaraan Olimpiade yang aman. Oleh karena itu petugas di dalam negeri Jepang harus segera divaksinasi.

Namun, pemerintah pusat telah mengajukan dua prasyarat untuk vaksinasi prioritas: (1) selesainya vaksinasi untuk lansia pada akhir Juli, dan (2) surplus vaksin untuk lansia di kota yang digunakan untuk vaksinasi.

"Masa depan keduanya baik usulan wali kota maupun Permintaan Pemerintah Pusat tidak pasti, dan sulit diwujudkan. Apabila vaksinasi prioritas pejabat kota dimulai pada 1 Juli, vaksinasi kedua akan dilakukan setelah pemusatan latihan tim pada tanggal 17 Juli," kata pejabat kota.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas