Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bangladesh Pantau Sejumlah Pengguna TikTok yang dicurigai, Begini Ceritanya

Bangladesh telah memulai pengawasan terhadap orang-orang yang menggunakan platform berbagi video TikTok

Bangladesh Pantau Sejumlah Pengguna TikTok yang dicurigai, Begini Ceritanya
SCMP/DPA
Aplikasi TikTok di smartphone 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Bangladesh telah memulai pengawasan terhadap orang-orang yang menggunakan platform berbagi video TikTok setelah pasukan keamanan menangkap geng penyelundup yang memikat gadis-gadis ke dalam perdagangan seks di negara tetangga India menggunakan aplikasi tersebut, kata seorang pejabat.

“Sejumlah besar pengguna TikTok yang dicurigai terlibat dalam kegiatan kriminal berada di bawah pengawasan ketat,” kata ANM Imran Khan, juru bicara Batalyon Aksi Cepat (RAB) yang memerangi kejahatan, hari Rabu.

Pemantauan dimulai setelah sebelas anggota geng transnasional yang diduga ditangkap karena dugaan memperdagangkan perempuan dan gadis muda ke negara tetangga menggunakan aplikasi.

Para penyelundup menggunakan aplikasi tersebut untuk menjebak gadis-gadis dengan menawarkan untuk menjadikan mereka model TikTok, dan akhirnya menyelundupkan mereka ke perdagangan seks India atas nama pekerjaan yang lebih baik di sana, kata Khan.

Penangkapan terjadi setelah seorang gadis, yang berhasil melarikan diri dari tempat penahanan di India dan kembali ke Bangladesh, mengajukan kasus ke polisi di Dhaka, dan video serangan seksual terhadap gadis Bangladesh berusia 22 tahun menjadi viral di media sosial bulan lalu.

Dalam pengaduannya, gadis itu menuduh Rifatul Islam Ridoy, yang juga dikenal sebagai TikTok Ridoy karena keahliannya dalam merekam video menggunakan aplikasi, menipunya ke distrik perbatasan pada bulan Februari, dan kemudian menyelundupkannya ke India.

Dia kemudian dibawa ke kota Bengaluru di India selatan dan dipaksa melakukan perdagangan seks, kata polisi, menurut pengaduan tersebut.

Ridoy, yang dilaporkan telah ditangkap di India, biasa mengundang gadis-gadis muda ke pesta biliar dan video hangouts di Dhaka dan menawari mereka pekerjaan bagus di call center, supermarket atau di kantor swasta di India.

Geng transnasional, katanya, terdiri dari sedikitnya 50 anggota dan telah menyelundupkan sekitar 500 orang ke India dalam lima tahun terakhir.

Salma Ali, seorang juru kampanye hak asasi manusia, mengatakan pasukan keamanan Bangladesh harus lebih memperkuat pemantauan online untuk menggagalkan kejahatan terorganisir seperti perdagangan manusia.

Organisasi non-pemerintahnya, Asosiasi Pengacara Wanita Nasional Bangladesh, yang memantau kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, melaporkan sekitar 533 kasus perdagangan manusia di Bangladesh pada tahun 2020.

Kepala RAB Chowdhury Abdullah Al-Mamun pada hari Minggu menyarankan pemerintah Bangladesh harus melarang aplikasi seperti TikTok dan Likee untuk beberapa waktu.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Bangladesh pantau TikTok karena maraknya kasus pedagang manusia lewat aplikasi itu

Ikuti kami di
Editor: Muhammad Barir
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas