Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Hari Ini Aung San Suu Kyi Hadapi Sidang, Berikut Kasus-kasus yang Dituduhkan Junta Myanmar padanya

Hari ini, Senin (14/6/2021), pemimpin Myanmar yang digulingkan militer Aung San Suu Kyi akan menghadapi sidang atas tuduhan Junta kepadanya.

Hari Ini Aung San Suu Kyi Hadapi Sidang, Berikut Kasus-kasus yang Dituduhkan Junta Myanmar padanya
STR / AFP
Aung San Suu Kyi - Hari ini, Senin (14/6/2021), pemimpin Myanmar yang digulingkan militer Aung San Suu Kyi akan menghadapi sidang atas tuduhan Junta kepadanya. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Myanmar yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi akan menghadapi sidang di Pengadilan Naypyidaw pada Senin (14/6/2021).

Pemerintah militer atau Junta Myanmar melayangkan lima tuduhan kepada politisi Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) ini.

Dikutip dari Al Jazeera, lima tuduhan tersebut di antaranya, kepemilikan walkie-talkie secara ilegal, korupsi, pelanggaran Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial.

Serta pelanggaran pembatasan sosial guna pencegahan penularan virus corona (Covid-19), yang mana Aung San Suu Kyi dituduh berkampanye untuk pemilihan di tengah pandemi.

Pada usia 75 tahun, Aung San Suu Kyi terancam menghadapi hukuman yang dapat menempatkannya di penjara selama sisa hidupnya.

Baca juga: Kekerasan Myanmar Naik, PBB: Demokrasi Rapuh Berubah Jadi Bencana HAM, Warga Jadi Perisai Manusia

Selain itu, secara permanen dia akan tersingkir dari dunia politik yang sudah dikecimpunginya selama beberapa dekade.

Seorang analis politik dengan pengalaman puluhan tahun di Myanmar Richard Horsey mengatakan, tidak ada indikasi Junta membebaskan Aung San Suu Kyi.

Bahkan, Junta terlihat tidak mengizinkan Aung San Suu Kyi berkomunikasi dengan para pendukungnya, maupun dengan dunia luar.

"Kali ini, tidak ada indikasi bahwa rezim berencana untuk membebaskan Aung San Suu Kyi, mengizinkannya berkomunikasi dengan para pendukungnya, atau menggunakannya sebagai alat tawar-menawar dalam hubungannya dengan dunia luar," kata Richard Horsey.

Pemimpin Junta Min Aung Hlaing, lanjut Richard Horsey, tampaknya ingin memiliki kebebasan untuk membentuk pandangan politik yang sesuai keinginannya.

Halaman
1234
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas