Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gedung Putih Sebut Pertimbangkan Pembicaraan Presiden Joe Biden dan Presiden Cina Xi Jinping

Gedung Putih akan mempertimbangkan pembicaraan langsung antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping

Gedung Putih Sebut Pertimbangkan Pembicaraan Presiden Joe Biden dan Presiden Cina Xi Jinping
china-embassy.org
Presiden China Xi Jinping saat menjabat sebagai Wakil Presiden China, mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Biden, pada 2011 lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -  Gedung Putih akan mempertimbangkan untuk mengatur pembicaraan antara Presiden Joe Biden dan Presiden Cina Xi Jinping.

Penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, Kamis (17/6) waktu setempat  mengatakan bahwa kedua pemimpin akan mengetahui posisi masing-masing terkait dalam hubungan kedua negara.

"Segera kami akan  mencari cara yang tepat bagi kedua presiden untuk terlibat (pembicaraan)," kata Sullivan kepada wartawan melalui panggilan konferensi.

"Bisa berupa pembicaraan melalui telepon, bisa jadi pertemuan di sela-sela KTT internasional lainnya, bisa juga hal lain,” katanya.

Biden dan Xi keduanya diperkirakan akan menghadiri pertemuan G20 pada Oktober mendatang.

Baca juga: Biden Perluas Daftar Perusahaan China Terlarang untuk Investor AS

Baca juga: Biden Perintahkan Intel AS Selidiki Asal-Usul Virus Corona

KTT G-20 akan berlangsung di Italia, salah satu tempat yang memungkinkan untuk pembicaraan semacam itu. Sullivan mengatakan belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Beijing marah atas komunike yang dikeluarkan atas desakan Biden oleh para pemimpin Kelompok Tujuh pada hari Minggu.

Komunike itu mengeritik masalah hak asasi manusia di wilayah Xinjiang dan Hong Kong sementara juga menuntut penyelidikan penuh dan menyeluruh tentang asal-usul virus corona di China.

Selama konferensi pers hari Rabu di Jenewa setelah pertemuan Putin, Biden menolak pernyataan bahwa dia bersahabat dengan Xi.

Biden ditanya oleh koresponden Fox News Gedung Putih Peter Doocy apakah Biden akan menyebut Xi 'teman lama menjadi teman lama, dan memintanya untuk membuka China kepada para penyelidik Organisasi Kesehatan Dunia yang mencoba mengungkap dasar Covid-19'.

Baca juga: Laporan Parlemen Inggris: China Ingin Kendalikan WHO hingga Interpol dan Memperdaya Negara Lain

"Mari kita luruskan," jawab Biden. 'Kami saling mengenal dengan baik. Kami bukan teman lama. Ini hanya bisnis murni.' (Tribunnews.com/CNA/Dailymail/Hasanah Samhudi)

Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas