Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Profil Ebrahim Raisi, Presiden Baru Iran yang Baru Terpilih Hari Ini

Pemilihan itu tampaknya mengalami jumlah pemilih terendah dalam sejarah Republik Islam itu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Profil Ebrahim Raisi, Presiden Baru Iran yang Baru Terpilih Hari Ini
MORTEZA FAKHRI NEZHAD / YJC NEWS AGENCY / AFP
Foto selebaran ini dibagikan oleh Klub Jurnalis Muda Iran (YJC) menunjukkan kandidat presiden Iran Ebrahim Raisi, selama debat ketiga yang disiarkan televisi menjelang pemilihan 18 Juni, di studio televisi Negara Iran di Teheran pada 12 Juni 2021. 

Pengakuan yang cenderung cepat, meski tidak biasa dalam pemilihan Iran sebelumnya, mengisyaratkan apa yang telah ditengarai kantor berita semi-resmi di Iran selama berjam-jam. Pemungutan suara yang dikendalikan dengan hati-hati ini menjadi kemenangan besar bagi Raisi di tengah seruan boikot.

Pemungutan suara berakhir pada pukul 02.00 dini hari pada Sabtu, setelah pemerintah memperpanjang pemungutan suara untuk mengakomodasi apa yang disebut "keramaian" di beberapa tempat pemungutan suara di seluruh negeri.

Para pemilih mengantre di tempat pemungutan suara selama pemilihan presiden di Teheran, Iran, Jumat, 18 Juni 2021. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi)
Para pemilih mengantre di tempat pemungutan suara selama pemilihan presiden di Teheran, Iran, Jumat, 18 Juni 2021. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi) ()

Kertas suara dihitung dengan tangan sepanjang malam, dan pihak berwenang memperkirakan hasil awal dan angka partisipasi paling cepat hari Sabtu pagi.

“Suara saya tidak akan mengubah apa pun dalam pemilihan ini, jumlah orang yang memilih Raisi sangat besar dan Hemmati tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk ini,” kata Hediyeh, seorang wanita berusia 25 tahun yang hanya memberikan nama depannya sambil bergegas menuju taksi di Haft-e Tir Square setelah pergi dari tempat pemungutan suara.

"Saya tidak punya kandidat di sini," sambungnya.

Televisi pemerintah Iran tidak mempersoalkan jumlah pemilih, sambil menyinggung kerajaan-kerajaan Arab Teluk yang diperintah turun-temurun dan partisipasi yang lebih rendah dalam demokrasi Barat.

Sejak revolusi 1979 yang menjungkalkan Shah Iran, sistem teokrasi selalu mengklaim jumlah pemilih sebagai tanda legitimasi, dimulai dengan referendum pertama yang meraih 98,2 persen dukungan. Referendum saat itu hanya menanyakan apakah rakyat menginginkan Republik Islam atau tidak.

Rekomendasi Untuk Anda

Diskualifikasi memengaruhi kubu reformis dan pendukung Rouhani, yang pemerintahannya mencapai kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia tahun 2015 namun runtuh tiga tahun kemudian karena penarikan diri sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Jika terpilih secara resmi, Raisi akan menjadi Presiden Iran pertama yang menjabat dalam kondisi mendapat sanksi Amerika Serikat karena dianggap terlibat eksekusi massal tahanan politik pada 1988, serta saat menjadi hakim tinggi Iran Raisi mendapat kritik internasional karena dianggap menjadi salah satu algojo top dunia.

Sosok Ebrahim Rasi

Ebrahim Raisi dikenal sebagai hakim agung Iran saat ini.

Dia mendapatkan dukungan luas dari politisi dan faksi konservatif dan garis keras dan telah menduduki puncak jajak pendapat dengan selisih yang besar.

Seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Raisi mengenakan sorban hitam, menunjukkan bahwa dia adalah seorang sayyid – keturunan Nabi Muhammad.

Raisi dibesarkan di timur laut kota Mashhad, sebuah pusat keagamaan penting bagi Muslim Syiah di mana Imam Reza, imam Syiah kedelapan, dimakamkan.

Dia mengikuti seminari di Qom dan belajar di bawah bimbingan beberapa ulama terkemuka Iran.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas